Diberdayakan oleh Blogger.
  • Home
  • Destinations
    • Hong Kong
    • Japan
    • Macau
    • Morocco
    • Thailand
  • Halal Food
  • Review
    • Hotel

destinations

facebook twitter instagram Email



Tak terasa sudah tiga tahun berlalu saat saya melakukan umroh di bulan Februari tahun 2017 yang lalu. Kali ini merupakan kesempatan kedua saya mengunjungi tanah haram ini. Tujuh belas tahun berlalu banyak sekali perubahan di kota ini, terutama dalam peningkatan proses pembangunan yang cukup pesat dibandingkan tahun 2000, saat pertama kali saya pergi ke sana. Kala itu jadi momen berkesan untuk saya saat masih SD, perjalanan umroh menjadi pengalaman pertama saya pergi ke luar negeri dan pertama kalinya naik pesawat. 

Setiap orang punya cerita perjalanan umroh yang berbeda-beda. Perjalanan spritual yang bisa meningkatkan keimanan kita. Jika mendengar cerita-cerita pengalaman umroh, apalagi untuk pengalaman pertama, biasanya sangat berkesan.  

Bagi umat islam banyak sekali yang menginginkan untuk melakukan umroh. Bahkan yang sudah pernah melakukan umroh pun rasanya ingin selalu bisa melakukan umroh lagi jika ada kesempatan.  Selain naik haji, umroh juga punya keutamaannya sendiri. Banyak nilai kebaikan dan pahala bagi orang yang menjalankannya. Umroh ini dianggap sebagai haji kecil. Jika belum bisa melaksanakan haji, dapat dimulai dengan melakukan umroh dulu. 

Hari Kamis kemarin dengar berita tentang penutupan jamaah umroh akibat virus Corona. Saudi Arabia melakukan penutupan sementara. Banyak jamaah umroh yang akhirnya tidak bisa berangkat ke tanah suci dan berakhir terlantar di Bandara Soekarno Hatta. Bahkan ada jamaah yang sudah sampai Jeddah terpaksa dipulangkan kembali ke Indonesia. Adapun saudara saya yang dijadwalkan akan berangkat hari jumat akhirnya dibatalkan. Untungnya informasi ini sudah diumumkan hari Kamis sehingga tidak terjebak di Bandara Soetta.

Luar biasa virus Corona ini dapat merisaukan penduduk seluruh dunia. Penyebaran virusnya semakin luas. Sudah banyak negara-negara lain yang tertular virus ini. Semoga wabah virus ini dapat segera teratasi aamiin.   
Share
Tweet
Pin
Share
10 komentar

Saat merencanakan untuk traveling ke Bangkok beberapa tahun yang lalu, tepatnya tahun 2018, salah satu hal yang harus dipersiapkan adalah penginapan. Penginapan di Bangkok saat ini sangat menarik, banyak sekali yang memiliki desain interior yang bagus dengan harga terjangkau. Saya menemukan salah satu hotel yang menarik perhatian saya, yang ramah muslim yaitu Noursabah Boutique Bed Bangkok. Sudah jatuh hati dengan interior desainnya dan kebetulan available room dan harganya masih cocok dengan budget 😍, akhirnya saya memutuskan untuk menginap di sini.

Noursabah merupakan hotel bintang 3 dengan konsep hotel yang ramah muslim. Eksterior maupun interior hotel didominasi warna putih. Ada yang menarik perhatian saya saat pertama kali datang ke hotel ini, yaitu desain ramp sebelah tangga saat masuk ke hotel. Saya mengalami kesulitan untuk menaiki ramp dengan membawa koper karena perbedaan ketinggian ujung ramp dengan jalan terlalu jauh, bahkan lebih tinggi daripada ketinggian anak tangga pertama. Alhasil, saya mengangkat koper saya dan memilih menggunakan tangga saja. Seharusnya ketinggian ujung rampnya sama dengan jalan sehingga lebih memudahkan kita bisa menggerek koper menuju ke atas.  

Location
Noursabah ini berlokasi di Jalan Petchaburi 7, Ratchadewi, Bangkok. Lokasi hotel ini terletak di kawasan lokal chinese dan thai muslim. Lokasinya dekat dengan Masjid Darul Aman yang juga merupakan kawasan muslim di Bangkok. Sepanjang jalan sekitar hotel tersedia banyak rumah makan dan street food halal.
Lokasi hotel yang dekat dengan masjid
Akses menuju hotel dimudahkan dengan adanya 2 BTS station terdekat, jadi memudahkan untuk pengguna transportasi umum seperti BTS.  Sekitar 600 meter dari Phaya Thai BTS stasion, 8 menit berjalan kaki versi google map, kalau versi jalan saya yang agak santai sih yah bisa lebih dari itu hehehe. Selain Phaya Thai, lokasi hotel ini juga dekat dengan Ratchathewi BTS stasion, jaraknya juga sekitar 600 meter tapi jarak tempuh dengan berjalan kaki bisa sampai 9 menit versi google map.
Terdapat 2 stasiun BTS terdekat dari hotel
Hotel ini merupakan penginapan ketiga dan terakhir saya selama 9 hari di Bangkok. Tiga hari terakhir di Bangkok, saya berencana untuk mengunjungi Siam Discovery, Siang Paragon, dan MBK yang lokasinya berdekatan antar satu bangunan dengan bangunan lainnya, serta Pratunam market dan Platinum Fashion Mall. Kelima tempat tersebut lokasinya tidak jauh dari hotel ini kurang lebih sekitar 1 atau 2km. Jadi sangat memudahkan dengan menginap di sini. 

Saat pulang ke Indonesia saya menggunakan penerbangan dari Bandara Suvarnabhumi. Untuk akses ke Bandara Suvarnabhumi dari hotel ini, kita bisa naik kereta khusus menuju bandara yang terintegrasi dengan Phaya Thai BTS stasion. Itu pula yang menjadi alasan saya untuk menginap di Noursabah saat hari-hari terakhir di Bangkok.

Facilities
Resepsionis hotel yang terdapat loker room untuk menyimpan sepatu
Waktu check in dimulai dari jam 14.00, sedangkan check out sebelum jam 12.00. Saat masuk hotel langsung disambut dengan resepsionis yang buka 24 jam. Di sebelah meja resepsionis terdapat loker untuk menyimpan sepatu kita dan diganti dengan alas kaki yang sudah disediakan. Ini juga berlaku di penginapan sebelumnya, jadi saat menuju kamar kita harus ganti sepatu/sandal kita dengan sandal yang sudah disediakan, sepatu/sandal kita ditaruh di loker atau di rak sepatu. Mungkin itu jadi budaya di sana. Bagusnya dari budaya itu, kebersihan hotel jadi lebih terjaga.   
Desain lobby hotel yang di dominasi warna putih
Luasan hotel tidak terlalu besar, hanya memiliki 6 lantai. Lantai 1 diperuntukan untuk area lobby dan dining room, lantai 2-5 terdapat 3 kamar di setiap lantainya, dan lantai 6 terdapat terance rooftop. Tidak hanya tangga, juga tersedia lift, jadi memudahkan untuk membawa koper tanpa perlu kesulitan angkat koper dengan menggunakan tangga. Pada area lobby terdapat pintu menuju lift dan tangga. Selanjutnya ada pintu lagi yang menuju pantry dan ruang makan.
Pantry and dining room
Pantry dan ruang makan ini dibuka 24 jam. Jadi kita bisa bebas makan di sini kapan pun, serta bebas mengkonsumsi makanan dan minum halal yang telah disediakan. Makanan yang tersedia berupa roti, buah, bakpau, mie instan, sereal, dan snack. Untuk minumannya selain air mineral, terdapat juga teh, kopi, jus kemasan dan susu yang bisa diambil di dalam kulkas.   

Room
Hotel ini memiliki 5 tipe room, diantaranya junior suite with balcony, grand deluxe double room, deluxe family room, deluxe double room, dan deluxe quadruple room. Saya memilih tipe delux double room untuk 2 orang. Luas kamar sekitar 18 meter persegi.
Desain tipe kamar deluxe double room
Ukuran kamar cukup luas. Kamar ini difasilitasi dengan tv, kulkas, gelas dan cangkir, teh dan kopi sachet, kettle, juga tersedia sajadah dan petunjuk kiblat yang memudahkan untuk shalat bagi orang muslim. Di dalam kamar mandi juga tersedia amenities dan juga hair dryer. Harga permalam untuk tipe kamar ini sekitar 500 ribu rupiah.
Desain bathroom yang dilengkap amenities

Score Review 9/10

Pengalaman menginap di hotel ini sangat menyenangkan menurut saya. Desain hotel yang baik serta pelayanan staf yang ramah dan helpful membuat saya sangat nyaman menginap disini. Saya juga suka konsep dining room di hotel ini yang menyediakan free flow food/snack and drink yang buka 24 jam. Konsep hotel yang ramah muslim ini juga sangat membatu saya sebagai muslim untuk shalat dan mengkonsumsi makanan halal. Selain itu lokasi hotel yang berada di kawasan muslim yang memudahkan saya untuk mencari makanan halal, baik di rumah makan maupun street food. Akses BTS yang tidak terlalu jauh dari lokasi hotel juga memudahkan saya untuk mengunjungi tempat wisata di Bangkok dan jika akan pergi ke bandara. 


PS : 
Karena file foto pribadi mengenai hotel ini tanpa sengaja ke hapus, hanya menyisakan beberapa foto saja, untuk mendukung tulisan review ini hampir semua foto yang ada di tulisan berasal dari website hotel https://www.noursabahbangkok.com/rooms.html dan dilakukan editing oleh penulis.


Share
Tweet
Pin
Share
24 komentar

Tampak depan APA Hotel
Hari pertama sampai Jepang, kami (saya dan adik saya) memutuskan untuk menginap di APA Hotel Namba Ekihigashi. Keputusan yang dibuat on the spot saat tiba di Bandara Kansai. Setelah hari sebelumnya cancel penginapan untuk hari pertama tiba di Jepang karena teman saya membatalkan untuk pergi ke Jepang dan berdasarkan ramalan cuaca akan ada angin topan yang dahsyat melanda Jepang, yang memungkin terhambatnya perjalanan menuju negara ini. Untungnya penginapan yang pertama masih bisa di cancel sehingga kami memutuskan mencari hotel untuk 2 orang. Kami memilih hotel ini karena available, sesuai budget, dan lokasinya juga dekat dari stasiun Namba.
Lobby hotel
Location
APA hotel ini banyak banget hotelnya di Jepang ada sekitar 300an hotel di 47 perfektur. Salah satunya APA Hotel Namba Ekihigashi yang berada di Osaka, tepatnya di Kawasan Namba. Lokasinya sekitar 300 meter dari Stasiun Namba via pintu east exit, masih cukup dekat untuk berjalan kaki. Hotel ini juga tidak terlalu jauh dari Dotonbori sekitar 750 meter, masih oke kok untuk berjalan kaki.


Map Location

Kami baru sampai hotel saat malam hari. Padahal kami sudah sampai Bandara Kansai sore dan penerbangannya pun lebih cepat 30 menit dari jadwal, tapi kami menghabiskan waktu terlalu lama di bandara untuk mengurus JR Pass dan lainnya. Sesampainya di lobby hotel, kami langsung disambut ramah oleh bagian resepsionis, saya melakukan chekc in, selanjutnya kami langsung menuju kamar. 

Room
Double Room


Kami memesan tipe kamar double room untuk 2 orang. Ukuran kamar cenderung kecil seperti kamar hotel di jepang yang pada umumnya berukuran kecil. Hal yang mencolok saat masuk ke kamar yaitu ukuran tv yang besar selebar tempat tidur. Untuk ukuran kamar yang kecil tapi memiliki layar tv yang besar. Adapun kendala saat membuka koper, dikarenakan kami masing-masing membawa koper seorang satu, alhasil kami harus bergantian saat membukanya karena space yang terbatas.   

Bathroom
Ukuran area bathroom juga didesain sangat fungsional (alias kecil hehehe). Walaupun begitu kamar mandi ini dilengkapi amenities yang lengkap. Tidak hanya sabun dan sampo, juga terdapat printilan seperti shower cup, cotton bud, body sponge, ikan rambut, sisir dan lainnya. Btw, air keran di kamar mandinya juga bisa diminum.

Facilities
Hal yang saya suka dari APA hotel ini memiliki amenities yang lengkap, dari peralatan mandi, kettle, kimono, hair dryer, slipper, kulkas dan lainnya di dalam kamar. Untuk fasilitas bersama di hotel ini terdapat vending machine, coin-operated laundry, sarapannya juga tersedia buffet. Berhubungan kehalalan makananya belum terjamin jadi kami tidak mencoba breakfast buffet-nya.

Oiya, harga permalamnya untuk menginap di sini sekitar sejutaan lebih untuk yang tipe double room. Untuk informasi lengkapnya tentang harga kamarnya bisa langsung cek di websitenya atau cek harga di travel e-commerce seperti treaveloka, agoda, dan lainnya karena harganya suka beda-beda. Lebih baik cek-cek aja di semuanya dan cari harga termurah.

Score Review 8/10
Pada dasarnya kami merasa nyaman menginap di sini, walaupun ukuran kamarnya kecil. Itu merupakan hal yang biasa di negara ini karena harga lahan yang mahal. Selain itu juga desain bangunan di Jepang itu sangat fungsional dan minimalis.

Untuk kebersihan di hotel ini menurut saya termasuk bersih, saya tidak menemukan ada area yang kotor. Suasana di hotel juga cukup tenang.  Pelayanan stafnya juga baik dan ramah.



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Salah satu hal yang membuat saya antusias pergi ke Jepang adalah untuk berburu kuliner halal di sana. Khususnya untuk mencoba aneka japanese food seperti ramen, udon, sushi, nasi kari khas jepang dan lainnya. Senangnya saat ini di Jepang sudah tersedia berbagai restoran halal. Jadi saya bisa mencoba aneka macam japanese food yang autentik dengan tenang tanpa harus was-was mempertanyakan kehalalannya. Kali ini saya ingin sharing pengalaman saya saat berburu kuliner halal tersebut.  

1. Naritaya
Menu set ramen yang saya pesan saat pertama kali makan di sini
Naritaya merupakan resto halal pertama yang saya kunjungi saat sampai di Osaka. Lokasinya ada di Namba, tidak terlalu jauh dari Dotonbori. Tempatnya tidak terlalu besar, tapi masih tetap nyaman. Review tentang Naritaya sudah saya tuliskan sebelumnya, yang bisa kalian baca di tulisan ini.

2. Ayam-Ya
Spicy ramen Ayam-ya
Ayam-ya salah satu kedai ramen halal di Jepang. Kedainya ada di Osaka, Tokyo dan juga Kyoto. Sesuai namanya Ayam-ya, menu di sini semuanya ayam. Kaldu ramennya pun terbuat dari kaldu ayam. Saya suka banget sama rasa kuah ramennya bikin ketangihan. Lihat foto ramennya aja udah bikin saya ngiler wkwkwk jadi pingin makan ramen Ayam-ya. Tidak heran saat adik saya pulang dari jepang tahun lalu selalu sebut-sebut Ayam-ya. Emang beneran enak. Sampai-sampai nyampe indo jadi terbayang pingin makan ramen Ayam-ya lagi. Sayang di indo gak ada, saya belum nemuin ramen yang rasanya mirip kaya itu. Selain Ayam-ya sebenarnya ada kedai ramen halal yang lain yang katanya enak juga, bahkan katanya lebih enak dari Ayam-ya tapi sayangnya saya gak sempat untuk mencobanya.
Chicken Karage
Menu yang tersedia di sini selain ramen juga tersedia menu tambahan seperti nasi, karage, gyoza, ada tambahan toping juga kalau mau, kaya tambah telur rebus, dll. Range harga ramen sekitar 800an yen. Di sini tidak ada pilihan menu minum, tapi tenang aja tersedia ocha dingin gratis. Kalau kalian mau sholat di sini juga tersedia musholla.  

3. Curry House Coco Ichibanya
Vegetable Curry with Chicken Cutlet
Coco Ichibanya merupakan resto khusus spesialisasi nasi kari jepang. Coco Ichibanya ini di Jepang sudah banyak outlet ada di berbagai kota, tapi untuk yang bersertifikat halal cuma ada 2 outlet dan dua-duanya cuma ada di Tokyo. Lokasinya ada di Akihabara dan Shinjuku. Saat di Tokyo saya mencoba makan nasi kari ini di outlet Shinjuku. Lokasinya ada di lantai B1 jadi kita harus turun menggunakan lift dulu. Untuk patokannya liat aja logo dan tulisan Coco Ichibanya, nanti ada keteranganya dekat lift. Waktu itu saya menggunakan google map untuk petunjuk arahnya. 

Saat memesan nasi kari di sini banyak pilihannya dari yang plain (cuma nasi dan saus kari), vegetable/sayur yang cocok untuk yang vegan, dan juga mix (antara sayur dan ayam). Di resto kari ini kita bisa milih jumlah porsi nasinya dari 200 gram sampai 500 gram. Untuk standart porsinya itu 300 gram. Menurut saya porsi 300 gram ini cukup banyak. Jadi 1 porsi nasi kari ini bisa berdua dengan adik saya. Selain jumlah porsi nasinya, kita juga bisa memilih tingkat kepedasan saus karinya dari level 1 - 10. Untuk harganya variatif sekitar 500 yen - 1700 yen untuk porsi standar. Di resto ini juga terdapat kids menu yang porsinya tidak terlalu besar, harganya sekitar 400 yen.  

Selain kari, di resto ini juga tersedia menu berbagai salad, ada green salad, corn salad, dan karage salad seperti pada foto di bawah ini. Saladnya terdiri dari potongan selada, irisan kol dan wortel, juga jagung manis, serta chicken karage sebagai topingnya. Untuk dressing saladnya mereka menggunakan saus wijen. Kalau kalian tau dressing salad yang merek Kewpie, yang sering di jual di super market, rasanya mirip itu yang varian wijen sangrai.

Karage Salad
Ternyata CoCo Ichibanya ini sudah ada di Indonesia. Outletnya udah ada beberapa di mall Jakarta diantaranya ada di GI (Grand Indonesia), Neo Soho dekat Cetral Park, dan Senayan. Tapi saya belum pernah berkesempatan mencoba di Jakarta. Mungkin lain kali kalau lagi jalan-jalan di mall-mall tersebut bisa mencoba makan nasi kari di sana.

4. Asakusa Sushiken
Asakusa Sushiken tempat makan sushi halal di Tokyo

Saat ingin makan sushi di Jepang tapi mencari yang halal, bisa mampir ke Asakusa Sushiken yang ada di Tokyo. Lokasinya ada di Asakusa, Taito City, kalau dari sensoji temple sekitar 1 km. Jam bukanya kalau senin sampai sabtu jam 12.00-14.00 untuk makan siang selanjutnya buka lagi jam 17.00-24.00 untuk makan malam, sedangkan hari minggu dan hari libur dari jam 11.30-15.00 dan 17.00-22.00. Kalau di Jepang banyak resto yang jam bukanya ada waktu jedanya kaya resto ini, biasanya ada jam tutup antara selesai jam makan siang sampai menjelang jam makan malam. Jadi kalau mau ke sana perhatikan jamnya, jangan sampai nyampe sana lagi tutup yah hehehe.

Harga makanan di resto ini untuk menu paket berkisar 1000 yen - 2.200 yen terdapat menu paket sushi, tempuran set, dan aneka rice bowl. Selain paket juga bisa memesan porsi kecil yang 1 porsinya terdapat  2 potong harganya sekitar 200 yen.
Beberapa slide sushi dan paket menu tempuran

Saat makan di sini saya memesan beberapa macam sushi dan menu tempuran set. Tempura set ini terdiri dari berbagai tempura (kalau di indonesia tempura ini kaya gorengan bertepung) ada yg isi udang, ubi, bawang bombay dan lainnya, ditambah  nasi, sup miso, serta beberapa potong sashimi, dan salad. Udah paket komplit gitu.

5. Yoshiya Arashiyama
Lokasi restonya ada di dalam bangunan ini
Waktu saya berjalan-jalan ke Arashiyama di Kyoto, yang terkenal dengan hutan bambunya, sempat bigung untuk mencari tempat makan halal dan tempat sholat. Coba untuk browsing di google, ternyata ada tempat makan halal dan juga tersedia prayer room yang tidak terlalu jauh dari situ. Lokasinya lebih dekat dari jembatan togetshu-kyo dibandingkan dari hutan bambunya. Nama restonya Yoshiya.
Spicy Deep Fried Chicken Rice Bowl menu yang saya pesan waktu itu
Yoshiya merupakan restoran Jepang autentik. Di sini menyediakan aneka macam masakan khas Jepang. Kalau kalian ingin mencoba daging wagyu di sini juga tersedia. Rata-rata menu makanan di sini sudah per paket. Harga makanan utamanya sekitar 950 yen - 5000 yen. Untuk menu wagyu shabu-shabu harganya 5000 yen.
  
6. The U-don
Niku udon dan tambahan oden
Sesuai dengan namanya restonya, tempat makan ini khusus menyediakan udon. Saya menemukan kedai udon ini saat mencari resto halal di Bandara Kansai Osaka. Kalau di indonesia konsep resto ini mirip banget kaya Marugame, menunya juga gak jauh beda ada menu khusus udon, menu nasi, juga tempura yang bisa kalian pilih dan yang bedain dari marugame di sini terdapat oden. Kalau tempura itu di goreng sedangkan kalau oden itu di rebus. Rasa udonnya juga hampir mirip dengan Marugame.
Beef rice bowl di The U-don
Bedanya kalau di The U-don udah self service, jadi kalau kita sudah selesai makan, peralatan bekas makannya ditaro di tempat counter khusus, nanti pelayannya mengambil piring kotornya dari situ.

7. Sojibo
Cold soba noodles with grated yam and a soft-boiled egg
Sojibo merupakan resto halal yang menyediakan aneka menu mie soba. Resto ini memiliki sertifikat halal dari Malaysia. Saya mencoba mie soba ini saat lagi jalan-jalan di Odaiba, Tokyo. Lokasinya ada di Diver City Tokyo Plaza, lantai 6. Di Diver City Tokyo Plaza tempat lokasinya patung gundam unicorn dan dekat juga dengan liberty statue. Selain di Odaiba, resto ini juga terdapat di Bandara Kansai, Osaka dan Bandara Narita, Tokyo.
Set hot soba noodles with cutlet over rice in bowl
Resto ini menyajikan pilihan menu mie soba yang cold/dingin dan hot/panas, jadi kita bisa memilih sesuai selera. Waktu itu saya memesan 1 set mie soba yang dingin dan 1 lagi yang panas. Jujur saya lebih suka mie soba yang panas, karena mungkin kurang terbiasa makan mie dengan kuah yang dingin jadi di lidah terasa agak aneh. Selain mie soba di sini juga menyediakan menu tempura, sashimi, dan curry. Kalau kalian tertarik makan mie soba yang autentik dan halal bisa datang ke salah satu outletnya.

Semoga informasi ini bisa membantu teman-teman yang akan pergi ke Jepang atau berencana ke Jepang agar tidak perlu bigung atau khawatir untuk makan, karena di Jepang sudah mulai banyak tempat makan halal. Selamat mencari dan mencoba makanan halal di Jepang 😊


Share
Tweet
Pin
Share
38 komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram

recent posts

Arsip Blog

  • Juni 2023 (1)
  • Mei 2022 (1)
  • April 2022 (2)
  • Juni 2020 (1)
  • Mei 2020 (1)
  • April 2020 (1)
  • Maret 2020 (4)
  • Februari 2020 (4)
  • Januari 2020 (3)
  • Desember 2019 (1)
  • November 2019 (6)
  • September 2019 (1)
  • Agustus 2019 (4)
  • Juni 2019 (1)
  • Mei 2019 (2)

Categories

  • Budgeting (3)
  • Destinations (25)
  • Etcetera (2)
  • Halal Food (3)
  • Hong Kong (7)
  • Itinerary (7)
  • Japan (11)
  • Macau (4)
  • Morocco (1)
  • Prayer Room (1)
  • Review (3)
  • Review Hotel (8)
  • Saudi Arabia (1)
  • Spain (1)
  • Thailand (7)

Popular Posts

  • Berburu Kuliner Halal di Jepang
  • Tips Hemat Mengatur Budget Traveling ke Thailand Selama 8 Hari
  • Tempat Sholat Selama di Jepang
  • Serunya Menonton Siam Niramit Show
  • Perbaiki Diri dengan Bengkel Diri
  • Perjalanan Umroh
  • Noursabah Boutique Bed Bangkok Penginapan yang Ramah Muslim
  • REVIEW - Glur Bangkok Hostel

Member

Member

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates