Diberdayakan oleh Blogger.
  • Home
  • Destinations
    • Hong Kong
    • Japan
    • Macau
    • Morocco
    • Thailand
  • Halal Food
  • Review
    • Hotel

destinations

facebook twitter instagram Email

 





Tak terasa sudah di akhir bulan November dan besok memasuki awal bulan Desember. Tahun 2020 bentar lagi berlalu, tinggal menghitung hari. Tahun ini sudah fix saya tidak traveling sama sekali, lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Mungkin dalam sebulan hanya 1 atau 2 kali berpergian. Kondisi seperti ini pastinya membuat saya sangat khawatir untuk berpergian, walaupun sudah "new normal". 

Kangen sekali rasanya bisa traveling seperti sebelumnya, tapi sayang belum memungkinkan. Pandemi masih belum berakhir. Salah satu yang dilakukan saya saat kangen-kangennya untuk traveling adalah melihat foto-foto kenangan traveling sebelumnya. Salah satunya saat traveling ke Spanyol yang ternyata sudah 5 tahun yang lalu. 

Kali ini saya ingin berbagi itinerary perjalanan ke Spanyol selama empat hari, sambil flashback kembali. Saya melalukan  perjalanan ke Spanyol saat musim gugur  di bulan November tahun 2015 yang lalu, sudah lima tahun berlalu. Perjalanan kala itu tidak hanya Spanyol sebagai destinasi perjalanan, saya juga menggunjungi Maroko sebelum singgah di Spanyol, yang sudah saya ceritakan disini. 

Awalnya ke Spanyol hanya untuk menjelajahi karya arsitek Antoni Gaudi di Barcelona dan Frank Owen Gehry di Bilbao, berubah haluan menjadi jelajah jejak Islam di Andalusia. Kalau kalian belum tahu, Andalusia itu apa? berdasarkan wikipedia, Andalusia merupakan wilayah otonomi Spanyol yang ibu kotanya ialah Sevilla (sayang saya tidak sempat ke Sevilla saat itu). Andalusia ini terletak dibagian selatan negara Spanyol. Nama Andalusia berasal dari kata Al-Andalus dari bahasa Arab yang merujuk kepada bagian dari jazirah Iberia yang dahulu berada di bawah pemerintahan Muslim.

Hari ke 1 : Tarifa - Granada
 
Kapal feri yang saya naiki untuk menyebrang dari Maroko ke Spanyol

Sebelum ke Spanyol saya melakukan perjalanan ke Maroko dahulu selama 4 hari, maka dari itu saya ke Spanyol dari Maroko. Negara Maroko dan Spanyol ini berdekatan, hanya dipisahkan oleh Selat Gibraltar. Saya melakukan perjalanan dari Kota Tangier di Maroko ke Kota Tarifa di Spanyol dengan menggunakan kapal feri selama 1,5 jam.

Suasana interior kapal yang cenderung sepi

Tarifa adalah kota kecil yang terletak di pantai ujung selatan Spanyol. Kota ini termasuk ke wilayah Andalusia. Nama kota ini diambil dari nama seorang pemimpin ekspedisi umat Islam pertama yang pergi ke Spanyol yaitu Tarif bin Malik.

Benua Afrika yang terlihat dari Kota Tarifa, Spanyol

Sesampainya di Spanyol kami (saya dan rombongan tour) sempat berhenti di suatu tempat, mungkin seperti rest area, untuk melihat pemandangan benua Afrika yang terlihat dari Kota Tarifa ini sebelum makan siang.

Perjalanan selanjutnya menuju Kota Granada. Sampai di sana malam hari dan udaranya sangat dingin. Udara di Kota Granada ini lebih dingin dibandingkan dengan kota yang lain karena letaknya yang berada di kaki gunung Sierra Nevada.


Hari ke 2 : Granada - Cordoba

The Alhambra Palace

Alhambra menjadi destinasi kami saat di Granada, yang merupakan tempat bersejarah perkembangan Islam di Andalusia. Alhambra ini adalah nama sebuah kompleks istana juga sebuah benteng dari peninggalan kekhalifahan bani ummayyah.

Alhambra

Generalife salah satu bangunan menarik di Alhambra

Alhambra ini jadi tempat wisata favorit saya saat di Andalusia karena tempatnya sangat menarik, arsitektur bangunannya cantik banget, dan pemandangannya bagus. Dari Alhambra kita bisa melihat pemandangan kota yang cantik, salah satunya perkampungan Al Bayzin yang eksterior bangunannya didominasi warna putih.   

Perkampungan Al Bayzin yang bangunannya didominasi warna putih pada dindingnya

Alhambra ini tempat yang harus dikunjungi kalau lagi di Granada. Sebaiknya menyediakan waktu sehari full untuk mengunjungi komplek istana ini kalau ingin mengeksplor semuanya karena komplesknya sangat luas.

Sepanjang jalan banyak toko-toko souvenir di dekat Mezquita At Taqwa

Setelah makan siang di restoran pakistan, kami menyempatkan sholat di salah satu masjid di Granada, yaitu di Mezquita At-Taqwa. Sepanjang jalan dekat masjid itu banyak toko-toko souvenir yang bisa dijadikan untuk oleh-oleh. Selanjutnya saya melanjutkan perjalanan ke Cordoba.

Flamenco dance dengan foto yang blur

Saya sampai di Cordoba malam hari. Setelah makan malam kami menonton pertunjukan flamenco yang merupakan pertunjukan musik dan tari khas spanyol. Jujur saja saat saya menonton pertunjukan ini agak mengantuk karena sudah lelah dan sudah terlalu malam juga, tapi sempat dikagetkan beberapa kali oleh suara hentakan sepatunya si penari. 


Hari ke 3: Cordoba - Madrid


Interior Great Mosque of Cordoba

Hari ini saya menggunjungi The Great mosqque of Cordoba yang merupakan masjid peninggalan masa kejayaan islam di andalusia. Namun setelah Spanyol di kuasai Raja Ferdinan dan Ratu Isabella, masjid ini berubah fungsi menjadi gereja. Saat ini selain gereja bangunan ini juga difungsikan menjadi museum.

Eksterior Great Mosque of Cordoba


Hari ke 4 : Madrid 

Cybele Palace & Plaza de Cibeles 

Hari ini hari terakhir saya di Spanyol. Pagi hari kami menyempatkan melihat beberapa bagunan terkenal di Madrid, seperti Royal Palace of Madrid, Plaza de Toros de Las Vegas tempat pertunjukan matador. Sempat berfoto juga di Santiago Bernabeu Stadium markasnya Real Madrid dan melewati Plaza de Cibeles. Setelah itu acara makan siang dan waktu bebas yang dihabiskan untuk mencari oleh-oleh layaknya orang Indonesia selalu menyempatkan membeli oleh-oleh. Setelah selesai langsung ke bandara untuk persiapan pulang ke Indonesia. Tidak terasa empat hari untuk explore Andalusia, waktu yang singkat untuk mengeksplor negara matador itu. 

Santiago Bernabeu

Saat di bandara kami yang berhijab mendapatkan pemeriksaan yang lebih ketat oleh petugasnya. Petugas wanita memeriksa wanita yang berhijab dari kepala hingga ujung kaki. Mungkin karena saat itu lagi heboh bom di Paris jadi beberapa pihak di eropa agak mencurigai muslim karena sering ada anggapan negatif kalau teroris itu adalah umat muslim padahalkan belum tentu. Saya ngerasa perlakuan tersebut termasuk diskriminasi sih, karena cuma wanita yang berhijab yang diperiksa seperti itu. Petugasnya waktu itu pun jutek banget dan saya merasa risih disentuh-sentuh dari atas sampai bawah. Kalau mau lebih positif thinking, mungkin karena berhijab jadi ketutup, jadi dikhawatirkan menyembunyikan sesuatu dibalik pakaiannya. Pengalaman di imigrasi yang kurang menyenangkan.

Empat hari untuk explore Andalusia merupakan waktu yang singkat untuk menjelajahi semua kotanya. Saran saya jika ingin mengeksplore Andalusia sebaiknya bisa menyediakan waktu minimal seminggu agar bisa menggunjungi semua kotanya. Karena saya hanya empat hari ada kota Andalusia yang tidak sempat dikunjungi seperti Sevilla, Malaga, Toledo. 



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Glur Bangkok adalah sebuah hostel dan coffee bar yang berlokasi di Bang Rak, Bangkok. Hostel ini memiliki 2 bangunan gedung yang bersebelahan. Setiap gedung terdapat 7 lantai tanpa tersedia lift. Biasanya untuk private room terletak di lantai atas, lantai 3 - 7. Penting banget diperhatikan kalau menginap di sini bawaan barangnya di kondisikan karena kita harus membawa barang bawaan sendiri dari lantai dasar ke kamar naik tangga.  
Map location
Lokasi  bangunan hostel ini sangat strategis. Lokasinya sangat dekat dengan akses transportasi umum seperti BTS dan Chao Praya Express Boat (CPEB). Stasiun BTS terdekat adalah BTS Saphan Taksin dan dermaga terdekat untuk menggunakan CPEB adalah Sathorn Pier di dermaga itu juga kita bisa naik free shuttle boat ke Asiatique.

Baca juga : Itinerary Liburan ke Thailand

Facilities
Image : Dok. pribadi dan http://glurbangkok.com/
Edit : Agustria Reskasari
Hostel ini tersedia resepsionis yang buka 24 jam. Di resepsionis juga terdapat fasilitas self check in yang sudah diberikan keterangan pentujuk untuk melakukan self check in. Waktu check in jam 02.00 pm dan check out jam 12.00 pm. 

Kalau kalian datang ke sini sebelum waktu check in atau mau jalan-jalan dulu sesudah waktu check out, jangan khawatir dengan koper/tas karena di sini menyediakan penitipan koper atau tas. Kalau kalian ingin mencuci baju di sini juga tersedia self-service laundry yang berbayar. Untuk tamu muslim, hostel ini memfasilitasi prayer room yang bisa kalian tanya langsung lokasinya ke staffnya. Juga hostel ini menyediakan sarapan halal khusus untuk tamu muslim. 

Baca juga : Tips Hemat Mengatur Budget Traveling ke Thailand Selama 8 Hari

Setiap pagi saat menginap di sini terdapat gratis sarapan, menunya thailand food seperti nasi kari ayam dan pad thai yang mirip kwetiau goreng. Selama 3 malam saya menginap menunya kedua itu. Hari pertama pad thai, hari ke 2 nasi kari, dan hari ke 3 pad thai lagi. Jangan-jangan menu sarapannya cuma 2 macam, setiap hari selang-seling pad thai - nasi kari - pad thai - nasi kari dan seterusnya wkwkwkwk.

Rooms
Image : http://glurbangkok.com/
Edit : Agustria Reskasari
Saat saya menginap di sini, saya memilih tipe kamar deluxe dorm khusus perempuan yang ternyata lokasi kamar berada di gedung yang berbeda dari gedung resepsionis. Lokasi gedungnya bersebelah. Saat pertama masuk ke gedug sebelahnya, kita harus melewati ruang thai massage yang berada di lantai dasar, yang menurut saya jadi kurang nyaman saat mau menuju kamar. 

Image : http://glurbangkok.com/
Edit : Agustria Reskasari
Pada setiap lantai area kamar terdiri dari 1 ruang kamar, 1 wastafel, 1 shower room, dan 1 closet. Dalam satu kamar diperuntukan untuk 16 orang terdapat 8 double bed yang berbentuk bunk bed. Setiap bed terdapat lampu, colokan listrik, dan cermin. Setiap orang juga dikasih 1 loker untuk penyimpanan koper.
Image : http://glurbangkok.com/
Edit : Agustria Reskasari
Score Review 8/10
Hal yang paling saya suka dari hostel ini adalah lokasinya yang strategis. Sangat memudahkan kita untuk menggunakan transportasi umum seperti BTS dan Chao Praya Express Boat, juga free shuttle boat untuk ke Asiatique. Jadi kalau ingin ke Grand Palace, Wat Pho, Wat Arun, dan Asiatique, sangat rekomen untuk menginap di sini karena aksesnya sangat mudah dari hostel ini. Untuk ke China Town dan Khaosan Road juga tidak terlalu jauh sekitar 1km lebih. Selain itu, sarapannya juga enak walaupun setiap hari cuma ada satu menu, dan porsinya juga pas untuk porsi makan saya.


GLUR BANGKOK
Alamat : 45 Charoen Krung 50 Alley, Bang Rak, Bangkok 10500, Thailand
Website : www.glurbangkok.com
Telepon : +66 2 630 5595


Share
Tweet
Pin
Share
18 komentar

Salah satu pertanyaaan yang sering ditanyakan teman-teman saat aku traveling biasanya persoalan budget. Seperti saat traveling ke Jepang tahun lalu sering kali ada yang nanya untuk traveling ke Jepang 12 hari total biayanya berapa. Nah, untuk melengkapi tulisan series perjalanan aku ke Jepang, aku buat khusus tulisan tentang budget traveling ke Jepang selama 12 hari ini. Semoga pengalaman aku ini bisa menjadi referensi teman-teman yang akan merencanakan perjalanan liburan ke Jepang. Jadi dapat gambaran budget traveling yang harus disiapkan untuk traveling ke Jepang.  

Sebenarnya total perjalanan aku ke Jepang itu 2 minggu, 12 hari di Jepang ditambah 2 hari perjalanan Jakarta - Singapur - Osaka. Aku berangkat dari Jakarta malam hari transit dulu di Singapur baru siangnya berangkat ke Osaka. Saat pulang juga transit dulu di Singapur, sampai Jakarta besok paginya. Untuk lengkapnya, itinerary perjalanan aku selama di Jepang bisa dibaca di itinerary Jepang part 1 dan part 2.
Rincian pengeluaran traveling ke Jepang selama 12 hari
Cara aku mengatur budget traveling masih sama caranya seperti saat aku traveling ke Thailand. Bisa kalian baca dulu di tips hemat mengatur budget traveling ke Thailand. Di atas sudah aku tampilkan tabel budget traveling aku ke Jepang selama 12 hari untuk satu orang. Jumlah total pengeluaran aku selama 12 hari sekitar 16 jutaan, kalau dihitung per harinya sekitar 1.384.474 / hari digenapin untuk pengeluaran perharinya sekitar 1,4 juta/hari. Apa termasuk murah ? jelas lebih murah dibandingkan dengan paket tour yang sekitar 20jutaan untuk 6 atau 7 hari, dan biasanya 2 hari sudah dipakai waktu perjalanannya jadi efektif waktu jalan-jalan di Jepangnya paling 4 atau 5 hari. Kalau dihitung perharinya sekitar 3 jutaan/hari biayanya. Kok bisa jauh lebih murah dengan jumlah hari yang lebih lama ? dari pengalaman traveling sebelumnya saat menggunakan paket tour, aku jadi tahu pengeluaran-pengeluaran apa yang bisa di hemat. Setelah dicermati pengeluaran untuk penginapan dan makan ini bisa banget untuk dipangkas.

Harga tiket pesawat yang aku beli itu singapore airlines 4,3juta yang ternyata bisa dapat lebih murah kalau pakai traveloka karena waktu itu lagi ada potongan diskon 500ribu yang sayangnya aku baru tau setelah beli tiket di travel agent karena aku pikir harga itu yang udah paling murah untuk bulan itu karena sebelumnya harga tiket maskapai full service rata-rata 5jutaan. Jadi penting banget nih sebelum beli cek-cek harga dan promo di semua tempat. Bahkan temanku dapat harga tiket 3juta PP pakai Japan Airlines (JAL) penerbangan langsung dan full service.

Untuk menghemat makan dan biar lebih praktis aku bawa bekal dari indo kaya mie instan, roti kering, biscuit, cemilan cracker beras yang bisa jadi alternatif makanan untuk sarapan atau makan malam dan untuk jaga-jaga juga kalau kesulitan menemukan makanan halal. Kenapa biaya makananya dimulai hari ke 2 ? karena hari pertama sampai Jepang aku langsung ke hotel buat istirahat dan masih ada burger BK pas sarapan di singapur jadinya gak perlu beli makan lagi.

Untuk internet aku memutuskan beli paket internet roaming telkomsel asia australia karena bakal transit di Singapur juga. Karena aku cuma berdua, jadi pilihan menyewa wifi ga jadi pilihan karena menurutku lebih mahal dibandingkan beli paket. Sebenarnya kalau mau hemat bisa juga modal free wifi yang ada di Jepang.

Oke, sekian dulu tulisannya semoga bermanfaat 😊
Share
Tweet
Pin
Share
14 komentar

Saat melakukan perjalanan atau traveling, hal yang sangat penting untuk dipersiapkan adalah budget traveling. Budget ini yang sangat menentukan kualitas perjalanan kita. Apa mau memilih backpackeran atau flashpackeran atau yang fancy? apapun pilihannya tentu bebas, asal disesuaikan dengan budget traveling yang kita punya. 

Pengalaman traveling ke Thailand beberapa tahun lalu merupakan pengalaman pertamaku untuk mengatur budget traveling-ku sendiri. Sebelum menentukan budget, aku melakukan beberapa riset dari budget para travel blogger dan harga paket tour travel. Dari hasil riset ini jadi ada gambaran standar murah dan mahal untuk budget traveling ke Thailand. Lalu disesuaikan dengan keinginan dan kemampuan finansialku. Pengaturan budget yang baik dapat menghemat biaya selama perjalanan, tanpa mengurangi kenyamanan. Tentunya standar kenyamanan setiap orang tidak selalu sama, jadi cukup disesuaikan saja.

Untuk menentukan budget untuk traveling ke luar negeri, khususnya ke Thailand ini, ada 5 hal utama untuk menentukan budget diantaranya: tiket pesawat PP , penginapan, tiket wisata, transportasi, dan biaya makan/minum. Dan ditambah dengan 1 hal pendukung, seperti : internet, pengeluaran belanja, biaya tak terduga, dan lainnya di luar dari 5 hal utama. Biasanya aku tuliskan di poin ke 6 aku kasih judul "Lainnya".    

Harga tiket PP Jakarta-Bangkok pastinya variatif tergantung fasilitasnya juga. Kita mau milih maskapai low cost atau yang full service? yang transit atau penerbangan langsung? Selain harga perhatikan juga waktu tempuh ke tempat tujuan, jadwal jam terbang, serta fasilitas seperti bagasi, makan dan lainnya. Standar harga tiket PP  dari yang low cost sekitar satu jutaan sampai tiga jutaan untuk penerbangan langsung dan all in atau full service. Saat itu aku mendapatkan harga tiket PP Jakarta - Bangkok sekitar 1,5jutaan sudah full service tapi transit di Malaysia karena aku pakai Malaysia Airline. 

Hal ke dua yang harus diperhatikan untuk mengatur budget traveling yaitu penginapan. Pilihan penginapan beragam bisa memilih menginap di hostel, hotel, atau AirBnB. Saat memilih penginapan selain harga, pertimbangkan kenyamanan, lokasi atau akses penginapan, juga jumlah teman traveling kita. Kalau mau hemat lebih baik memilih untuk menginap di hostel. Hostel di Bangkok banyak yang murah dan juga nyaman. Selama 8 hari 7 malam di Bangkok aku memilih 3 penginapan, 2 hostel dan 1 hotel. Total biaya penginapan untuk 7 malam sekitar 1jutaan. Jangan memilih penginapan dengan harga murah tapi lokasi dan akses ke tempat wisata jauh atau sulit, nanti bukannya hemat malah biaya transportasinya yang besar. Kalau kalian pergi traveling banyakan, yah sekitar 4 orang lebih, bisa juga memilih menginap di AirBnB, siapa tau bisa lebih hemat dan nyaman dibandingkan di hostel. 

Tiket wisata juga mempengaruhi biaya budget traveling kita. Lebih baik saat merencanakan perjalanan sudah menentukan tempat wisata yang ingin dikunjungi dan cari info biaya tiket masuknya. Semakin banyak tempat wisata yang berbayar yang kita kunjungi tentunya semakin banyak pengeluarannya. Untuk menghemat bisa mencari promo-promo tiket online di berbagai travel e-commerce atau di websitenya langsung. 

Penting juga memperhitungkan biaya transportasi selama di Thailand. Untuk keliling Kota Bangkok, transportasi umumnya sudah beragam, selain taksi kita bisa memilih alternatif pilihan transportasi yang lebih hemat seperti bis, perahu seperti Chao Praya Boat Express (CPBE), kereta ada BTS dan MRT. Bisa juga menggunakan transportasi online seperti grab. 

Dan ada satu hal penting lagi yang harus disiapkan dalam mengatur budget traveling yaitu untuk makan/minum. Biaya makan di Bangkok menurutku harganya tidak jauh beda dengan Jakarta. Untuk menghemat biaya makan aku menyarankan jangan sering-sering makan di mall atau tempat fancy karena itu pastinya bakal menguras biaya. Kita bisa mencoba makan street food atau rumah makan yang lebih sederhana atau di pasar malam. Perbandingannya kalau aku makan street food sekali makan harganya minimal 40 bath kurang lebih 20.000 rupiah, sedangkan kalau di Mall minimal 300 bath sekitar 150.000 rupiah. Konversi 1 bath sama dengan 500 rupiah. 
Rincian pengeluaran traveling ke Thailand selama 8 hari
Rincian pengeluaran aku saat traveling ke Thailand selama 8 hari 7 malam sekitar 6,7 juta rupiah. Menurutku itu sudah termasuk murah. Kalau dihitung biaya per hari sekitar 840.000/ hari. Btw, rincian di atas belum termasuk biaya belanja karena kalau biaya belanja itu lebih personal tergantung masing-masing. Kalau kalian berniat belanja juga jangan lupa dimasukan budgetnya agar nanti tidak khilaf jadi tidak terkontrol budgetnya, bukannya hemat malah jadi membengkak budgetnya. Oke, sekian tips-tips hemat mengatur budget traveling ini, semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman yang berencana traveling ke Thailand 😊.
Share
Tweet
Pin
Share
24 komentar


Tak terasa sudah tiga tahun berlalu saat saya melakukan umroh di bulan Februari tahun 2017 yang lalu. Kali ini merupakan kesempatan kedua saya mengunjungi tanah haram ini. Tujuh belas tahun berlalu banyak sekali perubahan di kota ini, terutama dalam peningkatan proses pembangunan yang cukup pesat dibandingkan tahun 2000, saat pertama kali saya pergi ke sana. Kala itu jadi momen berkesan untuk saya saat masih SD, perjalanan umroh menjadi pengalaman pertama saya pergi ke luar negeri dan pertama kalinya naik pesawat. 

Setiap orang punya cerita perjalanan umroh yang berbeda-beda. Perjalanan spritual yang bisa meningkatkan keimanan kita. Jika mendengar cerita-cerita pengalaman umroh, apalagi untuk pengalaman pertama, biasanya sangat berkesan.  

Bagi umat islam banyak sekali yang menginginkan untuk melakukan umroh. Bahkan yang sudah pernah melakukan umroh pun rasanya ingin selalu bisa melakukan umroh lagi jika ada kesempatan.  Selain naik haji, umroh juga punya keutamaannya sendiri. Banyak nilai kebaikan dan pahala bagi orang yang menjalankannya. Umroh ini dianggap sebagai haji kecil. Jika belum bisa melaksanakan haji, dapat dimulai dengan melakukan umroh dulu. 

Hari Kamis kemarin dengar berita tentang penutupan jamaah umroh akibat virus Corona. Saudi Arabia melakukan penutupan sementara. Banyak jamaah umroh yang akhirnya tidak bisa berangkat ke tanah suci dan berakhir terlantar di Bandara Soekarno Hatta. Bahkan ada jamaah yang sudah sampai Jeddah terpaksa dipulangkan kembali ke Indonesia. Adapun saudara saya yang dijadwalkan akan berangkat hari jumat akhirnya dibatalkan. Untungnya informasi ini sudah diumumkan hari Kamis sehingga tidak terjebak di Bandara Soetta.

Luar biasa virus Corona ini dapat merisaukan penduduk seluruh dunia. Penyebaran virusnya semakin luas. Sudah banyak negara-negara lain yang tertular virus ini. Semoga wabah virus ini dapat segera teratasi aamiin.   
Share
Tweet
Pin
Share
10 komentar

Saat merencanakan untuk traveling ke Bangkok beberapa tahun yang lalu, tepatnya tahun 2018, salah satu hal yang harus dipersiapkan adalah penginapan. Penginapan di Bangkok saat ini sangat menarik, banyak sekali yang memiliki desain interior yang bagus dengan harga terjangkau. Saya menemukan salah satu hotel yang menarik perhatian saya, yang ramah muslim yaitu Noursabah Boutique Bed Bangkok. Sudah jatuh hati dengan interior desainnya dan kebetulan available room dan harganya masih cocok dengan budget 😍, akhirnya saya memutuskan untuk menginap di sini.

Noursabah merupakan hotel bintang 3 dengan konsep hotel yang ramah muslim. Eksterior maupun interior hotel didominasi warna putih. Ada yang menarik perhatian saya saat pertama kali datang ke hotel ini, yaitu desain ramp sebelah tangga saat masuk ke hotel. Saya mengalami kesulitan untuk menaiki ramp dengan membawa koper karena perbedaan ketinggian ujung ramp dengan jalan terlalu jauh, bahkan lebih tinggi daripada ketinggian anak tangga pertama. Alhasil, saya mengangkat koper saya dan memilih menggunakan tangga saja. Seharusnya ketinggian ujung rampnya sama dengan jalan sehingga lebih memudahkan kita bisa menggerek koper menuju ke atas.  

Location
Noursabah ini berlokasi di Jalan Petchaburi 7, Ratchadewi, Bangkok. Lokasi hotel ini terletak di kawasan lokal chinese dan thai muslim. Lokasinya dekat dengan Masjid Darul Aman yang juga merupakan kawasan muslim di Bangkok. Sepanjang jalan sekitar hotel tersedia banyak rumah makan dan street food halal.
Lokasi hotel yang dekat dengan masjid
Akses menuju hotel dimudahkan dengan adanya 2 BTS station terdekat, jadi memudahkan untuk pengguna transportasi umum seperti BTS.  Sekitar 600 meter dari Phaya Thai BTS stasion, 8 menit berjalan kaki versi google map, kalau versi jalan saya yang agak santai sih yah bisa lebih dari itu hehehe. Selain Phaya Thai, lokasi hotel ini juga dekat dengan Ratchathewi BTS stasion, jaraknya juga sekitar 600 meter tapi jarak tempuh dengan berjalan kaki bisa sampai 9 menit versi google map.
Terdapat 2 stasiun BTS terdekat dari hotel
Hotel ini merupakan penginapan ketiga dan terakhir saya selama 9 hari di Bangkok. Tiga hari terakhir di Bangkok, saya berencana untuk mengunjungi Siam Discovery, Siang Paragon, dan MBK yang lokasinya berdekatan antar satu bangunan dengan bangunan lainnya, serta Pratunam market dan Platinum Fashion Mall. Kelima tempat tersebut lokasinya tidak jauh dari hotel ini kurang lebih sekitar 1 atau 2km. Jadi sangat memudahkan dengan menginap di sini. 

Saat pulang ke Indonesia saya menggunakan penerbangan dari Bandara Suvarnabhumi. Untuk akses ke Bandara Suvarnabhumi dari hotel ini, kita bisa naik kereta khusus menuju bandara yang terintegrasi dengan Phaya Thai BTS stasion. Itu pula yang menjadi alasan saya untuk menginap di Noursabah saat hari-hari terakhir di Bangkok.

Facilities
Resepsionis hotel yang terdapat loker room untuk menyimpan sepatu
Waktu check in dimulai dari jam 14.00, sedangkan check out sebelum jam 12.00. Saat masuk hotel langsung disambut dengan resepsionis yang buka 24 jam. Di sebelah meja resepsionis terdapat loker untuk menyimpan sepatu kita dan diganti dengan alas kaki yang sudah disediakan. Ini juga berlaku di penginapan sebelumnya, jadi saat menuju kamar kita harus ganti sepatu/sandal kita dengan sandal yang sudah disediakan, sepatu/sandal kita ditaruh di loker atau di rak sepatu. Mungkin itu jadi budaya di sana. Bagusnya dari budaya itu, kebersihan hotel jadi lebih terjaga.   
Desain lobby hotel yang di dominasi warna putih
Luasan hotel tidak terlalu besar, hanya memiliki 6 lantai. Lantai 1 diperuntukan untuk area lobby dan dining room, lantai 2-5 terdapat 3 kamar di setiap lantainya, dan lantai 6 terdapat terance rooftop. Tidak hanya tangga, juga tersedia lift, jadi memudahkan untuk membawa koper tanpa perlu kesulitan angkat koper dengan menggunakan tangga. Pada area lobby terdapat pintu menuju lift dan tangga. Selanjutnya ada pintu lagi yang menuju pantry dan ruang makan.
Pantry and dining room
Pantry dan ruang makan ini dibuka 24 jam. Jadi kita bisa bebas makan di sini kapan pun, serta bebas mengkonsumsi makanan dan minum halal yang telah disediakan. Makanan yang tersedia berupa roti, buah, bakpau, mie instan, sereal, dan snack. Untuk minumannya selain air mineral, terdapat juga teh, kopi, jus kemasan dan susu yang bisa diambil di dalam kulkas.   

Room
Hotel ini memiliki 5 tipe room, diantaranya junior suite with balcony, grand deluxe double room, deluxe family room, deluxe double room, dan deluxe quadruple room. Saya memilih tipe delux double room untuk 2 orang. Luas kamar sekitar 18 meter persegi.
Desain tipe kamar deluxe double room
Ukuran kamar cukup luas. Kamar ini difasilitasi dengan tv, kulkas, gelas dan cangkir, teh dan kopi sachet, kettle, juga tersedia sajadah dan petunjuk kiblat yang memudahkan untuk shalat bagi orang muslim. Di dalam kamar mandi juga tersedia amenities dan juga hair dryer. Harga permalam untuk tipe kamar ini sekitar 500 ribu rupiah.
Desain bathroom yang dilengkap amenities

Score Review 9/10

Pengalaman menginap di hotel ini sangat menyenangkan menurut saya. Desain hotel yang baik serta pelayanan staf yang ramah dan helpful membuat saya sangat nyaman menginap disini. Saya juga suka konsep dining room di hotel ini yang menyediakan free flow food/snack and drink yang buka 24 jam. Konsep hotel yang ramah muslim ini juga sangat membatu saya sebagai muslim untuk shalat dan mengkonsumsi makanan halal. Selain itu lokasi hotel yang berada di kawasan muslim yang memudahkan saya untuk mencari makanan halal, baik di rumah makan maupun street food. Akses BTS yang tidak terlalu jauh dari lokasi hotel juga memudahkan saya untuk mengunjungi tempat wisata di Bangkok dan jika akan pergi ke bandara. 


PS : 
Karena file foto pribadi mengenai hotel ini tanpa sengaja ke hapus, hanya menyisakan beberapa foto saja, untuk mendukung tulisan review ini hampir semua foto yang ada di tulisan berasal dari website hotel https://www.noursabahbangkok.com/rooms.html dan dilakukan editing oleh penulis.


Share
Tweet
Pin
Share
24 komentar

Tampak depan APA Hotel
Hari pertama sampai Jepang, kami (saya dan adik saya) memutuskan untuk menginap di APA Hotel Namba Ekihigashi. Keputusan yang dibuat on the spot saat tiba di Bandara Kansai. Setelah hari sebelumnya cancel penginapan untuk hari pertama tiba di Jepang karena teman saya membatalkan untuk pergi ke Jepang dan berdasarkan ramalan cuaca akan ada angin topan yang dahsyat melanda Jepang, yang memungkin terhambatnya perjalanan menuju negara ini. Untungnya penginapan yang pertama masih bisa di cancel sehingga kami memutuskan mencari hotel untuk 2 orang. Kami memilih hotel ini karena available, sesuai budget, dan lokasinya juga dekat dari stasiun Namba.
Lobby hotel
Location
APA hotel ini banyak banget hotelnya di Jepang ada sekitar 300an hotel di 47 perfektur. Salah satunya APA Hotel Namba Ekihigashi yang berada di Osaka, tepatnya di Kawasan Namba. Lokasinya sekitar 300 meter dari Stasiun Namba via pintu east exit, masih cukup dekat untuk berjalan kaki. Hotel ini juga tidak terlalu jauh dari Dotonbori sekitar 750 meter, masih oke kok untuk berjalan kaki.


Map Location

Kami baru sampai hotel saat malam hari. Padahal kami sudah sampai Bandara Kansai sore dan penerbangannya pun lebih cepat 30 menit dari jadwal, tapi kami menghabiskan waktu terlalu lama di bandara untuk mengurus JR Pass dan lainnya. Sesampainya di lobby hotel, kami langsung disambut ramah oleh bagian resepsionis, saya melakukan chekc in, selanjutnya kami langsung menuju kamar. 

Room
Double Room


Kami memesan tipe kamar double room untuk 2 orang. Ukuran kamar cenderung kecil seperti kamar hotel di jepang yang pada umumnya berukuran kecil. Hal yang mencolok saat masuk ke kamar yaitu ukuran tv yang besar selebar tempat tidur. Untuk ukuran kamar yang kecil tapi memiliki layar tv yang besar. Adapun kendala saat membuka koper, dikarenakan kami masing-masing membawa koper seorang satu, alhasil kami harus bergantian saat membukanya karena space yang terbatas.   

Bathroom
Ukuran area bathroom juga didesain sangat fungsional (alias kecil hehehe). Walaupun begitu kamar mandi ini dilengkapi amenities yang lengkap. Tidak hanya sabun dan sampo, juga terdapat printilan seperti shower cup, cotton bud, body sponge, ikan rambut, sisir dan lainnya. Btw, air keran di kamar mandinya juga bisa diminum.

Facilities
Hal yang saya suka dari APA hotel ini memiliki amenities yang lengkap, dari peralatan mandi, kettle, kimono, hair dryer, slipper, kulkas dan lainnya di dalam kamar. Untuk fasilitas bersama di hotel ini terdapat vending machine, coin-operated laundry, sarapannya juga tersedia buffet. Berhubungan kehalalan makananya belum terjamin jadi kami tidak mencoba breakfast buffet-nya.

Oiya, harga permalamnya untuk menginap di sini sekitar sejutaan lebih untuk yang tipe double room. Untuk informasi lengkapnya tentang harga kamarnya bisa langsung cek di websitenya atau cek harga di travel e-commerce seperti treaveloka, agoda, dan lainnya karena harganya suka beda-beda. Lebih baik cek-cek aja di semuanya dan cari harga termurah.

Score Review 8/10
Pada dasarnya kami merasa nyaman menginap di sini, walaupun ukuran kamarnya kecil. Itu merupakan hal yang biasa di negara ini karena harga lahan yang mahal. Selain itu juga desain bangunan di Jepang itu sangat fungsional dan minimalis.

Untuk kebersihan di hotel ini menurut saya termasuk bersih, saya tidak menemukan ada area yang kotor. Suasana di hotel juga cukup tenang.  Pelayanan stafnya juga baik dan ramah.



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Salah satu hal yang membuat saya antusias pergi ke Jepang adalah untuk berburu kuliner halal di sana. Khususnya untuk mencoba aneka japanese food seperti ramen, udon, sushi, nasi kari khas jepang dan lainnya. Senangnya saat ini di Jepang sudah tersedia berbagai restoran halal. Jadi saya bisa mencoba aneka macam japanese food yang autentik dengan tenang tanpa harus was-was mempertanyakan kehalalannya. Kali ini saya ingin sharing pengalaman saya saat berburu kuliner halal tersebut.  

1. Naritaya
Menu set ramen yang saya pesan saat pertama kali makan di sini
Naritaya merupakan resto halal pertama yang saya kunjungi saat sampai di Osaka. Lokasinya ada di Namba, tidak terlalu jauh dari Dotonbori. Tempatnya tidak terlalu besar, tapi masih tetap nyaman. Review tentang Naritaya sudah saya tuliskan sebelumnya, yang bisa kalian baca di tulisan ini.

2. Ayam-Ya
Spicy ramen Ayam-ya
Ayam-ya salah satu kedai ramen halal di Jepang. Kedainya ada di Osaka, Tokyo dan juga Kyoto. Sesuai namanya Ayam-ya, menu di sini semuanya ayam. Kaldu ramennya pun terbuat dari kaldu ayam. Saya suka banget sama rasa kuah ramennya bikin ketangihan. Lihat foto ramennya aja udah bikin saya ngiler wkwkwk jadi pingin makan ramen Ayam-ya. Tidak heran saat adik saya pulang dari jepang tahun lalu selalu sebut-sebut Ayam-ya. Emang beneran enak. Sampai-sampai nyampe indo jadi terbayang pingin makan ramen Ayam-ya lagi. Sayang di indo gak ada, saya belum nemuin ramen yang rasanya mirip kaya itu. Selain Ayam-ya sebenarnya ada kedai ramen halal yang lain yang katanya enak juga, bahkan katanya lebih enak dari Ayam-ya tapi sayangnya saya gak sempat untuk mencobanya.
Chicken Karage
Menu yang tersedia di sini selain ramen juga tersedia menu tambahan seperti nasi, karage, gyoza, ada tambahan toping juga kalau mau, kaya tambah telur rebus, dll. Range harga ramen sekitar 800an yen. Di sini tidak ada pilihan menu minum, tapi tenang aja tersedia ocha dingin gratis. Kalau kalian mau sholat di sini juga tersedia musholla.  

3. Curry House Coco Ichibanya
Vegetable Curry with Chicken Cutlet
Coco Ichibanya merupakan resto khusus spesialisasi nasi kari jepang. Coco Ichibanya ini di Jepang sudah banyak outlet ada di berbagai kota, tapi untuk yang bersertifikat halal cuma ada 2 outlet dan dua-duanya cuma ada di Tokyo. Lokasinya ada di Akihabara dan Shinjuku. Saat di Tokyo saya mencoba makan nasi kari ini di outlet Shinjuku. Lokasinya ada di lantai B1 jadi kita harus turun menggunakan lift dulu. Untuk patokannya liat aja logo dan tulisan Coco Ichibanya, nanti ada keteranganya dekat lift. Waktu itu saya menggunakan google map untuk petunjuk arahnya. 

Saat memesan nasi kari di sini banyak pilihannya dari yang plain (cuma nasi dan saus kari), vegetable/sayur yang cocok untuk yang vegan, dan juga mix (antara sayur dan ayam). Di resto kari ini kita bisa milih jumlah porsi nasinya dari 200 gram sampai 500 gram. Untuk standart porsinya itu 300 gram. Menurut saya porsi 300 gram ini cukup banyak. Jadi 1 porsi nasi kari ini bisa berdua dengan adik saya. Selain jumlah porsi nasinya, kita juga bisa memilih tingkat kepedasan saus karinya dari level 1 - 10. Untuk harganya variatif sekitar 500 yen - 1700 yen untuk porsi standar. Di resto ini juga terdapat kids menu yang porsinya tidak terlalu besar, harganya sekitar 400 yen.  

Selain kari, di resto ini juga tersedia menu berbagai salad, ada green salad, corn salad, dan karage salad seperti pada foto di bawah ini. Saladnya terdiri dari potongan selada, irisan kol dan wortel, juga jagung manis, serta chicken karage sebagai topingnya. Untuk dressing saladnya mereka menggunakan saus wijen. Kalau kalian tau dressing salad yang merek Kewpie, yang sering di jual di super market, rasanya mirip itu yang varian wijen sangrai.

Karage Salad
Ternyata CoCo Ichibanya ini sudah ada di Indonesia. Outletnya udah ada beberapa di mall Jakarta diantaranya ada di GI (Grand Indonesia), Neo Soho dekat Cetral Park, dan Senayan. Tapi saya belum pernah berkesempatan mencoba di Jakarta. Mungkin lain kali kalau lagi jalan-jalan di mall-mall tersebut bisa mencoba makan nasi kari di sana.

4. Asakusa Sushiken
Asakusa Sushiken tempat makan sushi halal di Tokyo

Saat ingin makan sushi di Jepang tapi mencari yang halal, bisa mampir ke Asakusa Sushiken yang ada di Tokyo. Lokasinya ada di Asakusa, Taito City, kalau dari sensoji temple sekitar 1 km. Jam bukanya kalau senin sampai sabtu jam 12.00-14.00 untuk makan siang selanjutnya buka lagi jam 17.00-24.00 untuk makan malam, sedangkan hari minggu dan hari libur dari jam 11.30-15.00 dan 17.00-22.00. Kalau di Jepang banyak resto yang jam bukanya ada waktu jedanya kaya resto ini, biasanya ada jam tutup antara selesai jam makan siang sampai menjelang jam makan malam. Jadi kalau mau ke sana perhatikan jamnya, jangan sampai nyampe sana lagi tutup yah hehehe.

Harga makanan di resto ini untuk menu paket berkisar 1000 yen - 2.200 yen terdapat menu paket sushi, tempuran set, dan aneka rice bowl. Selain paket juga bisa memesan porsi kecil yang 1 porsinya terdapat  2 potong harganya sekitar 200 yen.
Beberapa slide sushi dan paket menu tempuran

Saat makan di sini saya memesan beberapa macam sushi dan menu tempuran set. Tempura set ini terdiri dari berbagai tempura (kalau di indonesia tempura ini kaya gorengan bertepung) ada yg isi udang, ubi, bawang bombay dan lainnya, ditambah  nasi, sup miso, serta beberapa potong sashimi, dan salad. Udah paket komplit gitu.

5. Yoshiya Arashiyama
Lokasi restonya ada di dalam bangunan ini
Waktu saya berjalan-jalan ke Arashiyama di Kyoto, yang terkenal dengan hutan bambunya, sempat bigung untuk mencari tempat makan halal dan tempat sholat. Coba untuk browsing di google, ternyata ada tempat makan halal dan juga tersedia prayer room yang tidak terlalu jauh dari situ. Lokasinya lebih dekat dari jembatan togetshu-kyo dibandingkan dari hutan bambunya. Nama restonya Yoshiya.
Spicy Deep Fried Chicken Rice Bowl menu yang saya pesan waktu itu
Yoshiya merupakan restoran Jepang autentik. Di sini menyediakan aneka macam masakan khas Jepang. Kalau kalian ingin mencoba daging wagyu di sini juga tersedia. Rata-rata menu makanan di sini sudah per paket. Harga makanan utamanya sekitar 950 yen - 5000 yen. Untuk menu wagyu shabu-shabu harganya 5000 yen.
  
6. The U-don
Niku udon dan tambahan oden
Sesuai dengan namanya restonya, tempat makan ini khusus menyediakan udon. Saya menemukan kedai udon ini saat mencari resto halal di Bandara Kansai Osaka. Kalau di indonesia konsep resto ini mirip banget kaya Marugame, menunya juga gak jauh beda ada menu khusus udon, menu nasi, juga tempura yang bisa kalian pilih dan yang bedain dari marugame di sini terdapat oden. Kalau tempura itu di goreng sedangkan kalau oden itu di rebus. Rasa udonnya juga hampir mirip dengan Marugame.
Beef rice bowl di The U-don
Bedanya kalau di The U-don udah self service, jadi kalau kita sudah selesai makan, peralatan bekas makannya ditaro di tempat counter khusus, nanti pelayannya mengambil piring kotornya dari situ.

7. Sojibo
Cold soba noodles with grated yam and a soft-boiled egg
Sojibo merupakan resto halal yang menyediakan aneka menu mie soba. Resto ini memiliki sertifikat halal dari Malaysia. Saya mencoba mie soba ini saat lagi jalan-jalan di Odaiba, Tokyo. Lokasinya ada di Diver City Tokyo Plaza, lantai 6. Di Diver City Tokyo Plaza tempat lokasinya patung gundam unicorn dan dekat juga dengan liberty statue. Selain di Odaiba, resto ini juga terdapat di Bandara Kansai, Osaka dan Bandara Narita, Tokyo.
Set hot soba noodles with cutlet over rice in bowl
Resto ini menyajikan pilihan menu mie soba yang cold/dingin dan hot/panas, jadi kita bisa memilih sesuai selera. Waktu itu saya memesan 1 set mie soba yang dingin dan 1 lagi yang panas. Jujur saya lebih suka mie soba yang panas, karena mungkin kurang terbiasa makan mie dengan kuah yang dingin jadi di lidah terasa agak aneh. Selain mie soba di sini juga menyediakan menu tempura, sashimi, dan curry. Kalau kalian tertarik makan mie soba yang autentik dan halal bisa datang ke salah satu outletnya.

Semoga informasi ini bisa membantu teman-teman yang akan pergi ke Jepang atau berencana ke Jepang agar tidak perlu bigung atau khawatir untuk makan, karena di Jepang sudah mulai banyak tempat makan halal. Selamat mencari dan mencoba makanan halal di Jepang 😊


Share
Tweet
Pin
Share
38 komentar
Older Posts

About me

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram

recent posts

Arsip Blog

  • Juni 2023 (1)
  • Mei 2022 (1)
  • April 2022 (2)
  • Juni 2020 (1)
  • Mei 2020 (1)
  • April 2020 (1)
  • Maret 2020 (4)
  • Februari 2020 (4)
  • Januari 2020 (3)
  • Desember 2019 (1)
  • November 2019 (6)
  • September 2019 (1)
  • Agustus 2019 (4)
  • Juni 2019 (1)
  • Mei 2019 (2)

Categories

  • Budgeting (3)
  • Destinations (25)
  • Etcetera (2)
  • Halal Food (3)
  • Hong Kong (7)
  • Itinerary (7)
  • Japan (11)
  • Macau (4)
  • Morocco (1)
  • Prayer Room (1)
  • Review (3)
  • Review Hotel (8)
  • Saudi Arabia (1)
  • Spain (1)
  • Thailand (7)

Popular Posts

  • Berburu Kuliner Halal di Jepang
  • Tips Hemat Mengatur Budget Traveling ke Thailand Selama 8 Hari
  • Tempat Sholat Selama di Jepang
  • Serunya Menonton Siam Niramit Show
  • Perbaiki Diri dengan Bengkel Diri
  • Perjalanan Umroh
  • Noursabah Boutique Bed Bangkok Penginapan yang Ramah Muslim
  • REVIEW - Glur Bangkok Hostel

Member

Member

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates