Diberdayakan oleh Blogger.
  • Home
  • Destinations
    • Hong Kong
    • Japan
    • Macau
    • Morocco
    • Thailand
  • Halal Food
  • Review
    • Hotel

destinations

facebook twitter instagram Email

 





Tak terasa sudah di akhir bulan November dan besok memasuki awal bulan Desember. Tahun 2020 bentar lagi berlalu, tinggal menghitung hari. Tahun ini sudah fix saya tidak traveling sama sekali, lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Mungkin dalam sebulan hanya 1 atau 2 kali berpergian. Kondisi seperti ini pastinya membuat saya sangat khawatir untuk berpergian, walaupun sudah "new normal". 

Kangen sekali rasanya bisa traveling seperti sebelumnya, tapi sayang belum memungkinkan. Pandemi masih belum berakhir. Salah satu yang dilakukan saya saat kangen-kangennya untuk traveling adalah melihat foto-foto kenangan traveling sebelumnya. Salah satunya saat traveling ke Spanyol yang ternyata sudah 5 tahun yang lalu. 

Kali ini saya ingin berbagi itinerary perjalanan ke Spanyol selama empat hari, sambil flashback kembali. Saya melalukan  perjalanan ke Spanyol saat musim gugur  di bulan November tahun 2015 yang lalu, sudah lima tahun berlalu. Perjalanan kala itu tidak hanya Spanyol sebagai destinasi perjalanan, saya juga menggunjungi Maroko sebelum singgah di Spanyol, yang sudah saya ceritakan disini. 

Awalnya ke Spanyol hanya untuk menjelajahi karya arsitek Antoni Gaudi di Barcelona dan Frank Owen Gehry di Bilbao, berubah haluan menjadi jelajah jejak Islam di Andalusia. Kalau kalian belum tahu, Andalusia itu apa? berdasarkan wikipedia, Andalusia merupakan wilayah otonomi Spanyol yang ibu kotanya ialah Sevilla (sayang saya tidak sempat ke Sevilla saat itu). Andalusia ini terletak dibagian selatan negara Spanyol. Nama Andalusia berasal dari kata Al-Andalus dari bahasa Arab yang merujuk kepada bagian dari jazirah Iberia yang dahulu berada di bawah pemerintahan Muslim.

Hari ke 1 : Tarifa - Granada
 
Kapal feri yang saya naiki untuk menyebrang dari Maroko ke Spanyol

Sebelum ke Spanyol saya melakukan perjalanan ke Maroko dahulu selama 4 hari, maka dari itu saya ke Spanyol dari Maroko. Negara Maroko dan Spanyol ini berdekatan, hanya dipisahkan oleh Selat Gibraltar. Saya melakukan perjalanan dari Kota Tangier di Maroko ke Kota Tarifa di Spanyol dengan menggunakan kapal feri selama 1,5 jam.

Suasana interior kapal yang cenderung sepi

Tarifa adalah kota kecil yang terletak di pantai ujung selatan Spanyol. Kota ini termasuk ke wilayah Andalusia. Nama kota ini diambil dari nama seorang pemimpin ekspedisi umat Islam pertama yang pergi ke Spanyol yaitu Tarif bin Malik.

Benua Afrika yang terlihat dari Kota Tarifa, Spanyol

Sesampainya di Spanyol kami (saya dan rombongan tour) sempat berhenti di suatu tempat, mungkin seperti rest area, untuk melihat pemandangan benua Afrika yang terlihat dari Kota Tarifa ini sebelum makan siang.

Perjalanan selanjutnya menuju Kota Granada. Sampai di sana malam hari dan udaranya sangat dingin. Udara di Kota Granada ini lebih dingin dibandingkan dengan kota yang lain karena letaknya yang berada di kaki gunung Sierra Nevada.


Hari ke 2 : Granada - Cordoba

The Alhambra Palace

Alhambra menjadi destinasi kami saat di Granada, yang merupakan tempat bersejarah perkembangan Islam di Andalusia. Alhambra ini adalah nama sebuah kompleks istana juga sebuah benteng dari peninggalan kekhalifahan bani ummayyah.

Alhambra

Generalife salah satu bangunan menarik di Alhambra

Alhambra ini jadi tempat wisata favorit saya saat di Andalusia karena tempatnya sangat menarik, arsitektur bangunannya cantik banget, dan pemandangannya bagus. Dari Alhambra kita bisa melihat pemandangan kota yang cantik, salah satunya perkampungan Al Bayzin yang eksterior bangunannya didominasi warna putih.   

Perkampungan Al Bayzin yang bangunannya didominasi warna putih pada dindingnya

Alhambra ini tempat yang harus dikunjungi kalau lagi di Granada. Sebaiknya menyediakan waktu sehari full untuk mengunjungi komplek istana ini kalau ingin mengeksplor semuanya karena komplesknya sangat luas.

Sepanjang jalan banyak toko-toko souvenir di dekat Mezquita At Taqwa

Setelah makan siang di restoran pakistan, kami menyempatkan sholat di salah satu masjid di Granada, yaitu di Mezquita At-Taqwa. Sepanjang jalan dekat masjid itu banyak toko-toko souvenir yang bisa dijadikan untuk oleh-oleh. Selanjutnya saya melanjutkan perjalanan ke Cordoba.

Flamenco dance dengan foto yang blur

Saya sampai di Cordoba malam hari. Setelah makan malam kami menonton pertunjukan flamenco yang merupakan pertunjukan musik dan tari khas spanyol. Jujur saja saat saya menonton pertunjukan ini agak mengantuk karena sudah lelah dan sudah terlalu malam juga, tapi sempat dikagetkan beberapa kali oleh suara hentakan sepatunya si penari. 


Hari ke 3: Cordoba - Madrid


Interior Great Mosque of Cordoba

Hari ini saya menggunjungi The Great mosqque of Cordoba yang merupakan masjid peninggalan masa kejayaan islam di andalusia. Namun setelah Spanyol di kuasai Raja Ferdinan dan Ratu Isabella, masjid ini berubah fungsi menjadi gereja. Saat ini selain gereja bangunan ini juga difungsikan menjadi museum.

Eksterior Great Mosque of Cordoba


Hari ke 4 : Madrid 

Cybele Palace & Plaza de Cibeles 

Hari ini hari terakhir saya di Spanyol. Pagi hari kami menyempatkan melihat beberapa bagunan terkenal di Madrid, seperti Royal Palace of Madrid, Plaza de Toros de Las Vegas tempat pertunjukan matador. Sempat berfoto juga di Santiago Bernabeu Stadium markasnya Real Madrid dan melewati Plaza de Cibeles. Setelah itu acara makan siang dan waktu bebas yang dihabiskan untuk mencari oleh-oleh layaknya orang Indonesia selalu menyempatkan membeli oleh-oleh. Setelah selesai langsung ke bandara untuk persiapan pulang ke Indonesia. Tidak terasa empat hari untuk explore Andalusia, waktu yang singkat untuk mengeksplor negara matador itu. 

Santiago Bernabeu

Saat di bandara kami yang berhijab mendapatkan pemeriksaan yang lebih ketat oleh petugasnya. Petugas wanita memeriksa wanita yang berhijab dari kepala hingga ujung kaki. Mungkin karena saat itu lagi heboh bom di Paris jadi beberapa pihak di eropa agak mencurigai muslim karena sering ada anggapan negatif kalau teroris itu adalah umat muslim padahalkan belum tentu. Saya ngerasa perlakuan tersebut termasuk diskriminasi sih, karena cuma wanita yang berhijab yang diperiksa seperti itu. Petugasnya waktu itu pun jutek banget dan saya merasa risih disentuh-sentuh dari atas sampai bawah. Kalau mau lebih positif thinking, mungkin karena berhijab jadi ketutup, jadi dikhawatirkan menyembunyikan sesuatu dibalik pakaiannya. Pengalaman di imigrasi yang kurang menyenangkan.

Empat hari untuk explore Andalusia merupakan waktu yang singkat untuk menjelajahi semua kotanya. Saran saya jika ingin mengeksplore Andalusia sebaiknya bisa menyediakan waktu minimal seminggu agar bisa menggunjungi semua kotanya. Karena saya hanya empat hari ada kota Andalusia yang tidak sempat dikunjungi seperti Sevilla, Malaga, Toledo. 



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Sunset in Morocco
Kerajaan Maroko merupakan salah satu negara mayoritas Islam yang berada di Benua Afrika. Negera ini dalam bahasa arab disebut Al-Mamlakatu Al-Maghribiya yang artinya Kerajaan Barat. Lokasinya yang berada di bagian barat wilayah Afrika Utara maka sering disebut juga dengan Maghribi atau Negeri Matahari Terbenam. Bagi para wisatawan negara ini terkenal karena keeksotisannya, baik pesona alamnya maupun arsitekturnya. Alhamdulillah tahun 2015 yang lalu saya memiliki kesempatan untuk menjelajahi negara ini. Kali ini saya ingin menceritakan perjalanan saya ke Maroko sambil mengenang perjalanan waktu itu dan mengingat-ingat kembali karena hampir lupa tempat-tempat apa saja yang dikunjungi. Niat awalnya sudah lama ingin menuliskan perjalanan ini tapi sayangnya tertunda-tunda sampai akhirnya baru kali ini terealisasikan 😀. 

Pertengahan bulan November 2015, sekitar 4 tahun yang lalu lebih beberapa bulan saya melakukan perjalanan ke Maroko dan Spanyol selama 10 hari, 2 hari dihabiskan untuk waktu perjalanan sehingga hanya 8 hari efektifnya. Perjalanan kali ini saya pergi dengan kedua orang tua saya dan salah satu kakak saya. Kami mengikuti rombongan tour dengan peserta 12 orang termasuk pemilik tour tersebut, dan beberapa teman orang tua saya sehingga lebih terasa privat dibandingkan tour dengan jumlah besar yang bisa lebih dari 15 orang.  Langsung saja saya akan menceritakan perjalanan saat itu.

Note: Pada tulisan ini akan fokus bercerita tentang perjalanan ke Maroko. Untuk tulisan cerita perjalanan ke Spayol akan dituliskan secara terpisah. 

Day 1 - 18112015 : Jakarta - Kuala Lumpur - Turki - Casablanca
Sampai Turki Menjelang Waktu Subuh

Kami melakukan penerbangan pagi dari Jakarta ke Kuala Lumpur,Malaysia dengan Lion Air, sampai di KL saat makan siang, karena jarak waktu ke penerbangan berikutnya cukup lama, kami memilih untuk one day tour keliling KL dahulu. Jam 23.25 kami baru melakukan penerbangan dari KL ke Casablanca, karena kami menggunakan Turkish Airlines jadi transit dulu di Turki. Baru sampai Maroko keesokan harinya.

Day 2 - 19112015 : Casablanca
Hassan II Mosque
Kami sampai di Casablanca, Maroko siang hari jam 13.05. Lalu mengurus imigrasi dan bagasi, lanjut makan siang, kemudian menuju destinasi pertama yaitu Hassan II Mosque sekalian shalat. Masjid Hassan II ini dinobatkan masjid terbesar kedua setelah Masjidil Haram di Mekah. Lokasi masjid ini menarik karena berhadapan langsung dengan Samudra Atlantik, di plaza masjid kita bisa melihat pemandang pantai dan juga bisa menikmati sunset disana, banyak warga lokal juga yang berdatangan ke plaza masjid tersebut.

Selanjutnya kami dibawa ke tempat penjualan karpet dan produk-produk dari argan oil. FYI: kalau menggunakan travel agent saat mengunjungi negara lain ada tempat-tempat wajib yang harus dikunjungi oleh turis, biasanya sudah ada kerja sama dari travel agent dengan pihak pariwisata setempat, seperti tempat penjualan karpet tersebut. Setelah itu makan malam di hotel, tempat kami menginap.
Carpet Shop
Saat kami berada di toko karpet ada anggota tour yang baru menyadari kehilangan uangnya. Dan kami juga langsung mengecek uang kami masing-masing. Dan ternyata yang kecurian ada 2 orang. Kemungkinan 2 orang itu kecurian saat lagi di Malaysia. Sangat disayangkan awal perjalanan sudah mengalamin kejadian buruk ☹.

Day 3 - 20112015 : Casablanca - Marrakech

Koutubia Mosque
Setelah sarapan kami berangkat menuju kota Marrakech. Tempat-tempat di Marrakech yang kami kunjungi diantaranya Bahia Palace yang memiliki bangunan yang menarik, ternyata desainnya menjadi salah satu masterpiece dari Morrocan Architecture, juga sebagai Landmark dari Kota Marrakech. Selanjutnya Koutubia Mosque, merupakan masjid terbesar di Kota marrakech. Dan tempat yang terakhir Jemaa el-Fna ialah salah satu tempat yang terkenal dengan alun-alunnya, yang terdapat pasar tradisional, dan atraksi khas warga Maroko. Tapi sayang ternyata saya tidak banyak mengambil foto di tempat-tempat tersebut.

Day 4 - 21112015 : Marrakech - Rabat - Fes
Mausoleum of Mohammed V

Hari ini dari Kota Marrakech kami melanjutkan perjalananan ke Kota Rabat. Di kota ini kami mengunjungi Mausoleum of Mohammed V. Pada komplek makam raja ini terdapat juga masjid disamping bangunan makam, di bagian depannya terdapat Yacoub Al Mansour Square yang dipenuhi kolom-kolom batu yang tadinya akan dibuat untuk bangunan masjid yang rencananya akan menjadi masjid terbesar di Kota Rabat oleh Abu Yusuf Yakub Al Mansour. Selain itu terdapat juga hasan tower sebagai minaret untuk masjid tersebut. Namun setelah Yacoub Al Mansour meninggal pembangunannya dihentikan.

Masjid di Sebelah Mausoleum of Muhamad V
Yacoub Al Mansour square

Selanjutnya kami mengunjungi Kasbah des Oudayas yang merupakan sebuah benteng yang dibangun pada masa Muwahhidun pada abad ke 12. Di dalam benteng ini semua bangunan didominasi dengan warna putih dan biru. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke kota Fez.

Kasbah des Oudayas Gate

Pengamen di Kasbah des Oudayas 

Day 5 - 22112015 : Fes - Tangier 
The Old Medina

Hari ini kami menjelajahi Kota Fez, yang merupakan kota terbesar ketiga di Maroko. Sebelumnya Fez merupakan ibukota Maroko sebelum perpindah ke Kota Rabat pada tahun 1912. Fez terkenal dengan pesona spitual dan budayanya. 

Kota ini terbagi menjadi dua bagian yaitu kota baru dan kota lama. Menurut saya hal yang menarik di kota ini adalah di bagian kota lama atau yang dikenal dengan sebutan Fez Al Bali. Pada umumnya desain kota seperti kota-kota tua di Arab. Fez Al Bai ini hanya dapat dimasuki dengan berjalan kaki atau bersepeda, tidak terdapat akses untuk kendaraan beroda empat. Bangunan-bangunannya saling berhimpit dan berhadapan hanya dipisahkan jalan selebar 2 meter saja. Menariknya desain kota lama ini masih asli seperti 1000 tahun silam.

Kota lama yang terkenal dengan The Old Medina yang menarik untuk di kunjungi oleh wisatawan yang juga trmasuk ke UNESCO World Heritage. Di Kawasan Old Medina terdapat universitas tertua di dunia yaitu Universitas Al-Qarawiyyin atau Al-Karaouine. 


 Universitas Al-Karaouine
Chouara Tannery

Selain itu terdapat tempat pembuatan produk-produk kulit yang terkenal di kota ini, Chouarea Tannery, yang merupakan salah satu tempat penyamakan kulit terbesar di Kota Fez. Tempat ini dibangun pada abad ke-11. Lokasinya berada di kawasan The Old Medina yang dekat dengan Universitas Al- Karaouine. 

Produk Kerajinan Kulit di Fez

Day 6: Tangier - Tarifa - Granada


Hari ini hari terakhir kami di Maroko. Setelah check out dari hotel kami menuju ke Tangier untuk melanjutkan perjalan ke Spanyol. Kami pergi ke Spanyol dengan menggunakan kapal feri yang menyebrangi Selat Gilbraltar menuju Kota Tarifa di Spanyol dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Sebelum menuju pelabuhan kami mengunjungi dua tempat yang menarik di Tangier, yaitu Cap Spartel dan Grand Socco.
Cap Spartel, Tangier
Cap Spartel, berada di bagian barat Kota Tangier, yaitu sebuah tanjung yang berada di Maroko sekitar 1000 kaki di atas permukaan laut di pintu masuk ke Selat Gibraltar. Di bawahnya terdapat Gua Hercules yang merupakan salah satu objek wisata populer di kota ini. Di Cape Spartel ini terdapat bangunan lighthouse atau mercusuar, biasanya bangunan ini jadi latar belakang untuk foto kaya foto di atas.

Grand Socco itu adalah sebuah pasar yang besar yang terkenal di Kota Tangier. Pasar ini berada di kawasan kota lama di bagian tengah Kota Tangier. Asal kata Socco berasal dari kata souq dalam bahasa arab yang artinya pasar. Jadi arti nama Grand Socco itu adalah pasar yang besar.
Grand Socco, Tangier
Sesampainya di Tarifa kami sempat berhenti di rest area sambil beristirahat dan menikmati pemandangan. Setelah itu kami melanjutkan makan siang di suatu tempat (ps: karena pakai tour jadi sering gatau nama tempatnya apa cuma ngikut aja wkwkwkwk).
Tarifa
Kami sampai Granada malam hari dan udara sangat dingin dibandingkan di Maroko. Ternyata Kota Granada ini secara geografis berada di kaki gunung siera nevada, yang arti namanya pegunung bersalju dalam bahasa spanyol. Jadi wajar saja udaranya lebih dingin dibandingkan di Maroko dan kota lain di Spanyol seperti Cordoba dan Madrid. Sampai di Granada kami langsung ke hotel untuk beristirahat.



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hari ke - 7, 18 Oktober 2019

Sensoji Temple
Hari ke 3 di Tokyo kami berkunjung ke Asakusa untuk melihat Sensoji Temple. Kami sampai disana sekitar jam sepuluhan, saat rame-ramenya pengunjung. Setelah ke Asakusa kami lanjut ke Ameyokocho, yang merupakan pusat perbelanjaan, disepanjang jalannya terdapat kios-kios pertokoan yang menjual barang-barang beraneka ragam dari makanan, tas, skincare dan lainnya.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Pemandangan dari Kiyumizudera

Hari ke-1, 12 Oktober 2019
Ada perubahan jadwal penerbangan dari Singapur yang seharusnya berangkat jam 08.30 dan diperkirakan sampai Osaka jam 16.10, jadi tertunda karena ada Taifun Hagibis di Jepang, baru bisa berangkat jam 11.30 sampai Osaka jam 19.00 malam. Seharusnya sampai Osaka sore jadi malam hari, membuat itinerary berubah yang tadinya setelah sampai penginapan kami bisa jalan-jalan malam ke dotonbori dulu. Akhirnya karena sampai hotel sekitar jam setengah 9 malam, kami memutuskan untuk langsung istirahat saja di Hotel.

Share
Tweet
Pin
Share
6 komentar

Tulisan kali ini merupakan intinerary Hong Kong dan Macau part 2, lanjutan dari cerita perjalanan aku ke Hong Kong dan Macau sebelumnya. Kalau kalian belum membaca tulisan sebelumnya, bisa baca di Itinerary Hong Kong dan Macau part 1.

Day 3 - Avenue of Star, Causeway Bay, Islamic Center, Ngong Ping, Ladies Market

Hari ke-3 di Hong Kong cuacanya kurang bagus, mendung dan berkali-kali hujan pas perjalanan. Rencana awal pagi-pagi ke Ngong Ping terus balik ke nathan road ambil koper- lanjut ke causeway bay, Hong Kong Island untuk ganti hotel, tapi berubah pikiran jadi ganti jadwal ke Avenue of Star dulu karena pas hari pertama datang kesana saat udah malem jadi belum sempat explore, baru check out, lanjut ke causeway bay. Untung banget ganti jadwal karena pas siangnya di Victoria harbour, Nathan road ada demo RUU ektradisi pada pakai baju warna hitam, kebetulan aku juga pas hari itu pakai baju hitam untung udah di Hong Kong Island, kalau ngga mungkin disangka pendemo juga wkwkwkwk

Paginya aku mengunjungi Victoria Harbour sebelum ada demo.
Setelah check in di Mini Hotel, penginapan yang ke-2, aku lanjut ke Islamic Center Canteen untuk makan siang, disitu terkenal tempat makan dimsum halal yang enak, dan beneran enak jadi hari terakhir aku balik lagi kesitu untuk makan siang. Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari Mini Hotel bisa jalan kaki ke sana. Aku saranin kalau ke sana kalau bisa jangan pas hari Minggu karena rame banget banyak TKI, kayanya kalau weekend ada acara juga disana. Waktu itu kendalanya pas mau shalat ga kebagian mukena, dan ga bawa juga, dikira ga akan sepenuh itu sampai susah buat ganti-gantian mukena, untungnya ada yang mau minjemin mukena hehehe.
Hujan deras jadi berteduh dulu
Saat perjalanan ke Ngong Ping, hujan deras jadi ga mood ke sana, tapi karena udah booking online untuk naik cable car-nya jadi memaksakan untuk kesana. Kalau diundur sudah ga sempet lagi. jadi aku menunggu hujan reda trus lanjut naik bus ke sana. Saat mau sampai, aku salah turun halte dong wkwkwkwk kelewatan 1 halte dan jauh, bigung juga untuk jalan kaki. Akhirnya aku memutuskan untuk naik taksi.
Sepi saat menaiki cable car menuju Ngong Ping Village karena sudah jam 4 sore

Aku baru naik cable car jam 4 sore dan sepi. Aku naik cable car cuma berdua sama adikku, jadi serasa privat. Padahal aku beli tiket yang biasa. Selama perjalanan di cable car agak ngeri karena anginnya terasa banget sampe cable car-nya goyang kaya ayunan. Semakin tinggi semakin berkabut, sampai ada momen isinya kabut doang, ga keliatan pemandangannya.
Pemandangan berkabut dari cable car
Cable car tutup sampe jam 6 sore jadi aku disana cuma explore bentar dan hujan deras lagi akhirnya langsung buru-buru pulang, pas pulangnya dalam cable carnya ada 8 orang jadi ga bergitu serem karena gunjangannya ga begitu kerasa dibandingkan cuma berdua.
Hujan deras di Ngong Ping Village walaupun pakai payung tetep basah juga
Selesai dari Ngong Ping Village aku lanjut naik bus ke Mongkong untuk ke Ladies Market, belanja bentar terus pulang ke penginapan. Rasanya kaki udah pegel banget seharian banyak jalan dan sempet gerek-gerek koper juga jadi cape banget

Day 4 - Disney Land Hong Kong

Niatnya ke Disneyland pagi-pagi, tapi ga jadi karena bangun-bangun badan masih pegel dan kemaren tidurnya telat baru tidur diatas jam 12 malam. Akhirnya aku baru sampai Disneyland siang hari, sekitar jam setengah 11. Hari itu cuaca panas sampai sore, baru hujan saat malemnya, pas banget hujannya saat aku lagi mau naik MTR untuk pulang.
Welcome to Disneyland !
Ini pertama kalinya Aku ke Disneyland, agak mengecewakan sih, bangunan kastilnya ditutup, sedang renovasi, dan gak sempet foto sama karakter-karakter disneynya. Jadi aku kira sistemnya sama kaya di Universal Studio Singapore, kita bisa bebas untuk foto sama karakter-karakternya. Ternyata ngga kaya gitu, ada jamnya dan dibatasin juga. Beberapa kali ketemu karakternya, ehh udah ga bisa foto. Selama di sana, aku cuma nikmatin 7 wahana + iron man experience yang udah ngantri lama tau-taunya cuma foto bentar doang wkwkwk aku kira ada nonton 4D nya ternyata itu terpisah di wahana berbeda.
Foto bersama Iron Man di Iron Man Experience
Kalau kalian ingin mencari makanan halal dan tempat shalat di Disneyland HK, gak usah khawatir karena itu semua udah ada di sana. Makanan halal tersedia di Main Street Market, Tahitian Terrace di area Adventureland, dan  Explorer`s Club Restaurant di area Mystic Point. Aku milih makan di Explorer`s Club karena makanannya lebih beragam dan dekat mushollanya juga. Lokasi mushollanya sebelahan dengan toilet, yang ada tulisan Quiet Room bukan prayer room yah atau musholla. Gara-gara tulisannya Quiet Room jadi aku ga nyadar kalau itu prayer roomnya wkwkwk padahal udah jalan ke main street jadi balik lagi kesitu.

Day 5 -  Tramoramic Tour, Jardine`s Crescent

Perjalanan hari ini tidak sesuai itinerary sama sekali, karena situasi dan kondisinya tidak memungkinkan. Aku baru keluar hotel sekitar jam 10.00, dan harus sampai hotel lagi jam 19.00 untuk persiapan pulang ke Indonesia. Sebelum ke Victoria Peak, kami makan dulu di Islamic Center lagi habis itu otw naik bus ke Peak Tram.

Pas turun dari bus, ada tulisan informasi kalau lagi direnovasi, jadi kalau mau ke victoria Peak menggunakan alternatif trasnpor yang lain. Alhasil karena udah bete jadinya batal ke Victoria Peaknya.

Aku nyobain naik tram menuju Western Market Terminus (FYI; Terminus sebutan shelter untuk tram) dan ikutan tram tour keliling Hong Kong Island, namanya TramOramic. Biaya TramOramic ini  95 HKD dan kita bisa naik tram sepuasnya selama 2 hari.
Tour tram TramOramic
Selesai tram tour aku lanjut ke Jardine`s Crescent untuk ke street market. Ternyata tempatnya tidak begitu besar dibandingkan Ladies Market. Barang yang dijualnya pun hampir sama, tapi harganya lebih mahal dan juga sulit untuk ditawar. Menurutku lebih baik belanja di Ladies Market aja. Akhirnya aku balik lagi ke Ladies Market karena ada yang mau dibeli. Setelah itu balik ke hotel dan lanjut ke bandara naik bus. Jadwal penerbanganku ke Jakarta jam 00.20 dini hari. Aku sampai Jakarta besok paginya sebelum subuh.

Selesai sudah perjalanan selama di Hong Kong dan Macau ini. Semoga cerita perjalanan ini dapat bermanfaat untuk teman-teman semua, khususnya yang sedang mencari informasi untuk perjalanannya ke Hong Kong dan Macau. Happy holiday ! 😊
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Pemandangan Hong Kong saat mendarat
Trip kali ini bisa dibilang trip yang dadakan karena persiapan sekitar H-1 bulan, dibandingkan dengan trip ke Thailand yang sudah disiapikan sekitar 4 bulan sebelum keberangkatan. Saat itu lagi merasa jenuh dan rasanya ingin sekali untuk traveling, explore tempat baru setelah lebaran. Saat ramadhan sedang banyak promo ramadhan untuk beli tiket pesawat dan lainnya, jadi membuat aku semakin antusias untuk traveling. Awalnya sempat ragu untuk pergi ke Hong Kong, berdasarkan info yang aku baca, cuacanya lagi kurang bagus karena bulan Juni sampai Agustus lagi musim panas dan sering hujan, dan juga bulan mei sampai akhir november rawan badai angin topan kan jadi serem. Kepikiran untuk ganti destinasi lain, pergi ke Singapur aja karena udah lama ga ke Singapur dan dekat juga. Setelah mempertimbangan ini itu, akhirnya tetep memilih pergi ke Hong Kong sambil mencocokan tanggal dan cuaca yang bagus di accuweather. Akhirnya aku memutuskan berangkat di tanggal-tanggal awal Juli, ujung-ujungnya ditentukan berdasarkan harga tiket termurahnya bukan berdasarkan cuaca yang bagus di ramalan cuaca hahahaha. Oke cukup prolognya, langsung aja aku sharing perjalanan aku selama di Hong Kong 😁.

Day 1 - Tsim Sha Tsui, Symphony of  Light

Aku memilih penerbangan langsung menggunakan Cathay Pacific Airline agar tidak terlalu membuang waktu dan energi untuk transit (FYI: cathay pacific menyediakan makan halal dari dan ke Indonesia jadi lebih nyaman untuk makan). Berangkat dari Jakarta jam 09.00 pagi, yang seharusnya 08.30 tapi antri untuk take off karena lagi banyaknya pesawat yang mau take off juga, untungnya sampai di Hong Kong tetap sesuai jadwal 14.35 (FYI: waktu di Hong Kong 1 jam lebih cepat dibandingkan Jakarta). Setelah selesai urusan imigrasi, aku membeli octopus card dulu di counter dekat tourism infomation, lokasi pas banget setelah pintu exit dari loket imigrasi, jadi mudah ditemukan. Setelah itu aku lanjut pergi ke penginapan di Nathan Road, Tsim Sha Tsui, Kowlon District. Untuk ke sana dengan transportasi umum bisa dengan bis, airport train, dan taksi. Aku memilih naik bis karena paling praktis tinggal naik 1 kali dan biaya transpornya paling murah 33 HKD (Hong Kong Dollar). Kalau naik airport train lebih ribet karena harus transit dan pindah naik MTR, jadi not recommended dan harganya juga lebih mahal 115 HKD tapi kalau pakai octopus card jadi 110 HKD, kalau naik taksi pastinya lebih mahal lagi.

Bis A21 untuk menuju ke Tsim Sha Tsui dari HKIA
Setelah sampai di Nathan Road, aku langsung ke penginapan yang lokasinya ada di gedung Mirador Mansion. Btw, Mirador Mansion dan Chungking Mansion ini merupakaan 2 gedung yang terkenal di kalangan backpacker untuk tempat menginap karena di sini banyak guest house atau hostel murah di Hong Kong. Aku lebih memilih Mirador Mansion karena lebih tenang dibandingkan di Chungking mansion terlalu ramai, di pintu masuk banyak calo-calo orang india yang menawarkan penginapannya, tapi kalau nyari makanan halal ada banyak di lantai dasar gedung Chungking Mansion ini, salah satunya Hung Restaurant yang jadi pilihan tempat makan malamku. Saat melihat daftar harga, ternyata biaya makan di Hong Kong lebih mahal dibandingkan Singapur.

Selesai makan malam, aku lanjut ke Victoria Harbour untuk melihat pertunjukan Symphony of Light jam 20.00 durasinya cuma 5 menit. Aku ke sana sekitar 15 menit sebelum jam 20.00 dan tempatnya sudah dipenuhi banyak orang, jadi ga kebagian tempat paling depan. Aku menyarankan kalau mau ke sana paling telat 30 menit sebelum pertunjukan yah.

Suasana saat menunggu Symphony of Light di Victoria Harbour
Day 2 - One day trip Macau (Lisboa, Senado Square, St. Dominic`s Church, Ruins of St. Paul, The Venetian)

Ada 3 terminal untuk menuju Macau dari Hong Kong menggunakan kapal ferry. Jika kita berangkat dari Bandara International Hong Kong, di Lantau Island, bisa naik ferry dari Hong Kong Skypier. Kalau kita dari Hong Kong Island bisa naik ferry dari Hong Kong - Macau Ferry Terminal yang lokasinya ada di Central. Karena aku lokasinya ada di Tsim Sha Tsui, di Kowlon jadi lebih dekat naik dari Hong Kong - China Ferry terminal. Tinggal jalan kaki sekitar 600 m dari Mirador mansion. Kapal ferry yang melayani rute Hong Kong - Macau ada 2 yaitu Turbo Jet dan Cotai Water Jet. Kebetulan aku PP naik Cotai Water Jet karena saat itu yang paling cepat berangkatnya. Harga tiketnya 186 HKD saat pagi sedangkan saat pulang karena sudah malam harganya jadi 200 MOP (Macau Pataca mata uang di Macau).  FYI,  harga 1 HKD sama dengan 1 MOP, saat di Macau kita juga bisa menggunakan HKD jadi tidak perlu repot-repot untuk menukar mata uang ke MOP.

Taipa Ferry Terminal
Setelah sampai di Macau, Taipa Ferry Terminal, untuk ke Senado Square aku menggunakan free shuttle bus Lisboa dari situ tinggal jalan kaki ke Senado Square. Jadi di Taipa Ferry Terminal ini disediakan free shuttle bus untuk ke casino-casino, ada bus Lisboa yang warna hijau, wynn yang warna orange, the venetian yang warna coklat, ada Sands dan lainnya. Free shuttle bus ini bisa kita gunakan walaupun kita ga ke casino, lumayan untuk menghemat biaya transportasi.

Free shuttle bus
Sampai di Lisboa, aku mengambil foto bentar di depan bangunannya, sesduahnya aku melanjutkan jalan kaki ke Senado Square. Cuacanya di sana sedang panas tapi berawan cenderung mendung dan sempat hujan bentar banget, mungkin cuma semenit atau kurang saking bentarnya hehehe.

Beberapa meter dari Senado Square, udah sampai ke St. Dominic`s Church. Setelah itu aku lanjut makan siang di Laulan Islam Restaurant yang jaraknya sekitar 500 meter dari situ,  Di Laulan ini kita juga bisa sekalian sholat. Jadi tidak usah bigung untuk mencari makanan halal dan tempat shalat saat jalan-jalan ke Senado Square.
UNESCO menetapkan Ruins of St. Paul sebagai salah satu warisan dunia
Setelah selesai makan, aku melanjutkan ke tempat wisata berikutnya, Ruins of St. Paul yang merupakan salah satu bangunan ikonik di Macau. Di sini panasnya terik banget, dan emang lagi tengah hari juga sih,  jadi aku ga kuat lama-lama di sana, langsung jalan mencari tempat berteduh. Niatnya setelah itu balik lagi ke St. Paul karena belum puas buat foto-foto, ehh tapi karena kita jalan terus menyelusuri toko-toko di sepanjang jalan, tiba-tiba sudah sampai ke St. Dominic tempat sebelumnya, jadi mager untuk balik lagi hahaha. Di sekitar Senado Square dan St. Paul itu banyak banget toko-toko kaya Sasa, Watson, Sketcher, Giodarno, Nike dan lainnya, tempat shopping banget.

Destinasi selanjutnya The Venetian, dari Senado Square tinggal jalan beberapa meter ke shelter bus untuk naik bis ke The Venetian. Di situ ada beberapa shelter dan lokasinya berdekatan, make sure kita udah nunggu di tempat yang tepat, lihat dipapannya ada nomor bis yang mau kita naikin ga, kalau ga ada berarti kita nunggu di shelter yang salah. Untuk pergi ke The Venetian aku naik bus no 26A, dari Senado Square di shelter yang ke 2. Cara naik bisnya sama seperti di Hong Kong masuk di pintu depan langsung bayar 6,2 MOP kalau ga salah, tapi aku bayar pakai HKD, jadi di macau ini ga perlu nuker uang ke MOP soalnya pakai HKD juga bisa, dan harus sediakan uang pas karena ga ada kembaliannya. Untuk ngecek biaya transpornya kita bisa liat di papan informasi bisnya di halte, di situ sudah ada tulisan bus no berapa, biaya berapa, rutenya apa aja. Pas turun sempet kelewatan 1 halte dari yang dikasih tau google map tapi untuknya tidak terlalu jauh juga, malah lebih dekat ke tangga penyeberangan yang mau ke The Venetian.

The Venetian merupakan salah satu tempat casino di Macau yang didesain dengan konsep ala-ala Kota Venesia di Italia. Mereka punya sungai dan langit buatan sendiri, bahkan ada gondolanya juga serasa menikmati kota Venesia tapi indoor. Selain ada casino, di sana juga tempat untuk belanja, banyak toko-toko branded di sana, menurutku harga di The Venetian lebih murah dibandingkan di HK karena banyak diskonnya. Kita juga bisa naik gondola di sini menyelusuri sungai buatannya serasa di Venice.

The Venetian Macau
Sekitar jam 19.00 aku selesai jalan-jalan di The Venetian, untuk naik ferry di Taipa Ferry Terminal aku naik free shuttle bus The Venetian yang ke Taipa Terminal. Saat sampai Hong Kong dan mau balik ke penginapan baru sadar kalau ternyata salah beli tiket yang harusnya ke HK-China Ferry Terminal yang tinggal jalan kaki ke penginapan, ehh ternyata malah ke HK-Macau Ferry Terminal di Hong Kong Island, pantesan warna tiketnya beda, jadi harus pulang naik MTR dulu. Biar ga salah tiket, kalau mau beli tiket ke penjaga loketnya bilang yang lengkap HK-China Ferry Terminal jangan bilang Hong Kong doang kaya aku, jadi dikasihnya HK-Macau Terminal deh wkwkwkwk.

Bersambung ke Part 2


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

About me

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram

recent posts

Arsip Blog

  • Juni 2023 (1)
  • Mei 2022 (1)
  • April 2022 (2)
  • Juni 2020 (1)
  • Mei 2020 (1)
  • April 2020 (1)
  • Maret 2020 (4)
  • Februari 2020 (4)
  • Januari 2020 (3)
  • Desember 2019 (1)
  • November 2019 (6)
  • September 2019 (1)
  • Agustus 2019 (4)
  • Juni 2019 (1)
  • Mei 2019 (2)

Categories

  • Budgeting (3)
  • Destinations (25)
  • Etcetera (2)
  • Halal Food (3)
  • Hong Kong (7)
  • Itinerary (7)
  • Japan (11)
  • Macau (4)
  • Morocco (1)
  • Prayer Room (1)
  • Review (3)
  • Review Hotel (8)
  • Saudi Arabia (1)
  • Spain (1)
  • Thailand (7)

Popular Posts

  • Berburu Kuliner Halal di Jepang
  • Tips Hemat Mengatur Budget Traveling ke Thailand Selama 8 Hari
  • Tempat Sholat Selama di Jepang
  • Serunya Menonton Siam Niramit Show
  • Perjalanan Umroh
  • Perbaiki Diri dengan Bengkel Diri
  • REVIEW - Glur Bangkok Hostel
  • Noursabah Boutique Bed Bangkok Penginapan yang Ramah Muslim

Member

Member

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates