Diberdayakan oleh Blogger.
  • Home
  • Destinations
    • Hong Kong
    • Japan
    • Macau
    • Morocco
    • Thailand
  • Halal Food
  • Review
    • Hotel

destinations

facebook twitter instagram Email


Ketika saya ke Hong Kong saat bulan Juli tahun lalu, tahun 2019. Seminggu sebelum keberangkatan muncul berita demo Hong Kong. Sempat khawatir untuk liburan ke sana karena beberapa hari menjelang keberangkatan demonya semakin heboh dan mulai anarkis. Untungnya saat saya berangkat ke Hong Kong kondisi di sana masih aman untuk para tourist. Dan setelah saya pulang dari Hong Kong demonya semakin intens bahkan para pendemo melakukan aksi demonya di dalam bandara. 

Pada tahun ini, tahun 2020, aksi demo tersebut sudah mulai berkurang menurut berita yang saya tahu. Tapi mulai muncul permasalahan baru di Cina, yaitu virus corona COVID-19, yang sampai sekarang wabah tersebut menyebar ke berbagai negara, salah satunya di negara kita di Indonesia. Di rumah aja jadi pilihan yang terbaik untuk saat ini agar virusnya tidak semakin menyebar dan wabahnya bisa lebih cepat diatasi.

Sudah hampir 2 bulan anjuran pemerintah untuk di rumah aja, rasanya sudah mulai jenuh kepengen untuk ke luar rumah, apalagi untuk traveling mengexplore tempat baru. Kalau coronanya sudah berakhir dan situasi sudah kembali kesedia kala, kota apa yang jadi impian teman-teman untuk tujuan traveling? Kalau kalian berencana ke Hong Kong dan Macau, tulisan ini bisa jadi referensi untuk kalian saat mempersiapkan liburan ke sana. Untuk kalian yang belum memiliki keinginan untuk liburan ke Hong Kong dan Macau tetap masih bisa baca loh tulisan ini, untuk menambah informasi kalian.

Di tulisan kali ini saya akan berbagi mengenai biaya liburan ke Hong Kong dan Macau selama 5 hari. Saya akan menjabarkan biaya apa saja yang harus dipersiapkan untuk liburan ke sana, serta kisaran harganya. Jadi teman-teman ada bayangan untuk mempersiapkan budget berapa, jika ingin liburan ke Hong Kong dan Macau.

Untuk WNI jika berkunjung ke Hong Kong dan Macau bebas visa dengan maksimal kunjungan selama 30 hari. Kemudahan bebas visa ini yang menjadi salah satu alasan banyak wisatawan Indonesia senang berlibur ke Hong Kong dan Macau. Jadi kita tidak perlu repot-repot mengurus visa saat mempersiapkan keberangkatan ke sana. 

Tiket Pesawat
Harga tiket PP Jakarta - Hong Kong dengan menggunakan maskapai full service dan meyediakan penerbangan langsung, seperti Garuda Indonesia dan Cathay pacific harganya sekitar 3 jutaan ke atas. Kalau penerbangan full service tapi transit harganya bisa lebih murah, seperti Malaysia Airlines, Singapore Airline, dan lainnya. Harga tiketnya bisa dibawah 3 juta.

Saat saya ke Hong Kong Juli tahun lalu, saya menggunakan maskapai Cathay Pacific yang menyediakan penerbangan langsung dan full service tentunya, dengan harga sekitar 3,7 jutaan. Persiapannya cukup dadakan karena baru persiapan sebulan sebelumnya, jadi harga tiket pesawatnya yang didapatkan merupakan harga standart bukan yang promo murah.

Tersedia juga penerbangan low cost seperti air asia, malindo, dan lainnya untuk rute Jakarta - Hong Kong. Harga normalnya sekitar 2 jutaan PP Jakarta - Hong Kong. Tapi harus transit dulu dan biasanya belum termasuk biaya bagasi dan makan.

Kalian juga sebaiknya cek alternatif rute lain seperti PP Jakarta - Macau atau tiket multi city misal berangkatnya Jakarta - Hong Kong pulangnya Macau - Jakarta atau sebaliknya, bisa jadi lebih murah. Sering-sering cek harga agar mendapatkan harga terbaik. Juga cek promo di travel e-commerce, siapa tau lagi ada potongan harga tiket pesawat. Jadi kita bisa lebih menghemat lagi.

Penginapan
Biaya penginapan di Hong Kong bisa dibilang termasuk cukup mahal dibandingkan negara Asia lainnya. Harga properti yang tinggi menjadi salah satu penyebabnya. Jangan heran juga kalau ukuran kamar hotel cenderung kecil, bahkan untuk hotel yang berbintang 5. 

Untuk kalangan backpacker ada 2 gedung terkenal di Hong Kong yang menyediakan banyak penginapan murah seperti hostel, yaitu Chung King Mansion dan Mirador Mansion. Lokasinya berada di Nathan Road, Tsim Sha Tsui, yang stategis untuk mengunjungi tempat wisata.Maka dari itu jadi tempat favorit untuk menginap. Harga per malamnya untuk kamar privat ber 2 sekitar 400 ribu.  

Saat mencari penginapan di Hong Kong, sebaiknya cari di distrik Kowloon, seperti Tsim Sha Tsui, Mongkok, dan Jordan atau di Hong Kong Island, seperti Causewaybay, Central, dan Wachai. Agar lebih memudahkan untuk akses ke tempat wisata karena di kedua distrik tersebut paling banyak tempat wisatanya. 

Harga hotel berbintang 3 di Hong Kong mulai dari 600 ribuan. Untuk hotel bitang 4 paling murah sekitar 1 jutaan. Sedangkan kalau hotel berbintang 5, harganya di atas 2 jutaan. 

Saat saya berlibur ke Hong Kong saya sempat mencoba menginap di hostel yang setara bintang 2 di Mirador Mansion, nama hostelnya Cosmic Guest House. Harga yang saya dapat untuk hostel ini sekitar 400 ribuan untuk kamar privat berdua dan sudah kamar mandi dalam. Saya juga mencoba menginap di tempat berbeda, di daerah Causewaybay, yang merupakan hotel berbintang 3. Nama hotelnya adalah Mini Hotel, sesuai dengan namanya ukuran hotel ini juga mini. Harga permalam hotel ini sekitar 600 ribuan. Untuk reviewnya menyusul yah..

Transportasi
Transportasi yang ada di Hong Kong berupa MTR (kereta bawah tanah), bis, ferry, taksi, dan tram yang hanya ada di Hong Kong Island. Untuk informasi lengkapnya tentang transportasi di Hong Kong bisa kalian baca di artikel di bawah ini, tinggal di klik aja tulisan berwarna biru. 

Baca juga : Tips menggunakan transportasi umum di Hong Kong

Untuk transportasi dari Hong Kong ke Macau atau sebaliknya kita bisa menggunakan ferry yang sudah saya jelaskan juga di artikel  di atas.

Di Hong Kong juga tersedia kartu multi fungsi untuk pembayaran trasportasi di sana yang bisa kita gunakan untuk membayar ongkos bis, tram, dan MTR. Nama kartunya Octopus Card yang bisa kita beli di bandara seharga 150 HKD, di dalam kartu terdapat saldo 100 HKD yang bisa kita gunakan dan 50 HKD merupakan uang jaminan yang bisa kita refund saat akan pulang ke Indonesia di Bandara HKIA. 

Sarana transportasi utama di Macau adalah bis kota yang bisa kita gunakan untuk keliling Macau. Biaya ongkosnya 2,5 MOP untuk area dalam pulau. Jika di luar pulau kena biaya sekitar 3 sampai 6 MOP. 

Kalau kalian ke Macau dengan menggunakan kapal ferry dari Hong Kong, di Taipai Ferry Terminal kita bisa menggunakan free shuttle bus untuk ke beberapa tempat wisata di Macau. Seperti The Venetian ada free shuttle bus khusus untuk ke sana, bisa kita naiki untuk transportasi pulang pergi. Kalau ingin ke Senado Square, St. Dominic, dan Ruins of St. Paul kita bisa menggunakan free Shuttle bus ke Lisboa.   

Berdasarkan info terbaru di macau sudah tersedia kereta LRT yang mulai beroperasi bulan Desember 2019. Kereta LRT ini terhubung dengan Macau Internasional Airport dan Taipa Ferry Terminal. Tarif jarak dekatnya sekitar 6 MOP sedangkan untuk jarak jauh sekitar 10 MOP.

Tempat Wisata
Hong Kong memiliki banyak tempat wisata menarik. Untuk mengekplore semua tempat wisata dalam waktu 5 hari pastinya tidak memungkinkan, kita harus memilah mana tempat wisata yang paling ingin kita kunjungi. Di sini saya akan menyebutkan tempat wisata yang  menjadi tujuan utama jika berkunjung ke Hong Kong, diantaranya : 
  • Hong Kong Disneyland
Harga tiket masuk Hong Kong Disneyland jika langsung beli di sana harga standarnya 639 HKD. Kalau dirupiahkan sekitar 1,3 juta, dengan perhitungan nilai HKD sama dengan 2000 IDR. Untuk mendapatkan harga yang lebih murah lebih baik beli online di travel e-commerce seperti traveloka atau klook atau lainnya. Saat saya beli tiket Hong Kong disneyland secara online, saya mendapatkan harga 880.000 rupiah. Lumayan bisa menghemat 400 ribu lebih.  

  • Victorian Peak
Ada beberapa alternatif untuk menuju Victorian Peak. Salah satunya dengan menggunakan Peak Tram yang merupakan tram khusus menuju puncak Victorian Peak yang jalannya menanjak dengan kemiringan hinga 50 derajat. Harganya per orang 45 HKD untuk tiket pulang pergi. Selain tram kita juga bisa menggunakan bis untuk ke sana, harganya lebih murah sekitar 20 HKD. Kalau ingin menghemat biaya bisa menggunakan bis, tapi kalau menurut saya mendingan naik tram agar mendapatkan pengalaman baru menggunakan tram khusus yang dapat menajak hingga 50 derajat.   

Selain ada Sky Terrace untuk melihat pemandangan Kota Hong Kong di ketinggian, di sana juga terdapat Madame Tussauds yang merupakan wax museum yang terdapat patung lilin tokoh-tokoh terkenal. Harga tiket paket untuk naik tram dan tiket masuk ke museum seharga 170 HKD. Sedangkan kalau harga tiket paket pp tram dan tiket Sky Terrance seharga 88 HKD. 

Sayangnya saat saya di Hong Kong saya tidak jadi ke Victorian Peak karena Peak Tramnya sedang ditutup sedang ada perbaikan. Cuma bisa menggunakan bis. Akhirnya saya memutuskan untuk membatalkan saja rencana ke sana, dan memilih alternatif wisata yang lain. 

  • Ngong Ping Village
Ngong Ping Village ini berada di Lantau Island yang lebih dekat dari Hong Kong International Airport. Hal yang menarik di Ngong Ping Village terdapat The Big Budha yang merupakan patung budha duduk yang terbesar di dunia.  Untuk menuju ke Ngong Ping Village yang lokasinya ada di atas bukit, kita harus menggunakan cable car Ngong Ping 360 yang akan menyajikan pemandangan Pulau Lantau dan Kota Hong Kong lainnya dari ketinggian. Cable car ini ada 2 tipe, tipe standar dengan harga tiket 185 HKD. Dan crystal cable car yang lantainya terbuat dari kaca sehingga kita bisa langsung melihat pemandangan dibawahnya dengan harga tiket 255 HKD. Saran saya lebih baik membeli tiketnya secara online karena biasanya lebih murah. 

  • Tsim Sha Tsui
Tempat wisata menarik dan gratis di Tsim Sha Tsui, diantaranya Avenue of star yang merupakan sebuah jalan yang terdapat 100 cetakan tangan selebriti Hong Kong dan juga terdapat beberapa patung aktor-aktor terkenalnya sebagai penghormatan bagi pekerja seninya. Lokasinya tempat di Victoria Harbour. Di sana pada malam hari setiap jam 20.00 kita bisa melihat petunjukan Symphony of Light dari bangunan-bangunan di Hong Kong Island. 

  • Ladies Market
Ladies market merupakan tempat belanja yang murah meriah di Hong Kong. Tempat yang cocok untuk membeli aneka souvenir untuk oleh-oleh. Saat akan membeli jangan lupa untuk mencoba menawar harganya dulu.

  • TramOramic Tour
Belajar sejarah kota Hong Kong dengan naik tram yang cuma ada di Hong Kong Island dengan mengikuti TramOramic Tour. Harga tiketnya 95 HKD. Saat membeli paket tour ini kita akan diberikan head set yang bisa kita gunakan untuk mendengar penjelasan mengenai sejarah Hong Kong sambil mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Hong Kong dengan tram tour. Selain itu harga tiket tersebut juga dapat kita gunakan untuk naik tram sepuasnya di Hong Kong Island selama 2 hari.

Baca juga :
Itinerary Liburan ke Hong Kong dan Macau Part 1
Itinerary Liburan ke Hong Kong dan Macau Part 2


Tempat wisata di Macau yang sering dikunjungi wisatawan, diantaranya Senado Square, St. Dominic, Ruins of St. Paul, dan The Venetian Macau. Keempat tempat tersebut tidak memerlukan tiket masuk alias gratis. Tapi jika kalian ingin naik Gondola di The Venetian ada biayanya 100 MOP. Kita akan naik gondola selama 20 menit.  

Biaya Makan
Biaya makan di Hong Kong sekitar 50 HKD atau setara 100.000 IDR untuk sekali makan. Kalau sehari makan 3x berarti harus menyiapkan 300.000 per hari untuk satu orang. Harga biaya makan di Hong Kong dan harga air mineral termasuk mahal. Saran saya untuk menghemat biaya makan kita bisa membawa bekal makanan dari Indonesia. Biasanya untuk sarapan saya makan bekal yang saya bawa dari Indonesia, seperti roti kering, mie instan, biskuit dan lainnya. Saya memesan penginapan yang tidak termasuk sarapan karena makanannya tidak terjamin halal, jadi lebih baik saya bawa makan sendiri. 

Baca juga : Review Makanan Halal di Hong Kong dan Macau

Internet
Untuk keperluan penggunaan internet kalian bisa membeli sim card lokal, seperti Discover Hong Kong Tourist Sim Card yang harganya sekitar 118 HKD dengan kuota 5GB untuk 8 hari yang bisa kalian beli di bandara. Jika kalian menggunakan telkomsel, kalian juga bisa membeli pake internet roaming untuk ke Hong Kong harganya 150.000 rupiah dengan kuota internet 30gb selama 7 hari. Atau jika kalian ingin sharing untuk beberapa orang bisa juga menyewa pocket wifi, harganya sekitar 30 ribuan per hari. Kalau kalian ingin berhemat bisa juga menggunakan free wifi yang tersedia di sana.

Di bawah ini saya lampirkan tabel biaya pengeluaran saya saat liburan ke Hong Kong dan Macau selama 5 hari pada bulan Juli setahun yang lalu. Saat harga tukar Hong Kong Dollar (HKD) masih 1820 rupiah. Kalau sekarang harganya sudah naik sekitar 2000 rupiah.
Biaya pengeluaran liburan Hong Kong dan Macau tahun 2019

Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar

Bagi orang muslim, jalan-jalan ke tempat yang mayoritas non muslim itu susah untuk makan karena harus nyari yang halal atau muslim friendly. Tapi ga usah khawatir kalau mau jalan-jalan ke Hong Kong dan Macau karena sudah tersedia restoran-restoran yang menyediakan makanan halal. Perjalanan aku ke Hong Kong - Macau bulan Juli lalu, aku selalu menyempatkan makan di restoran halal. Agar informasi ini bisa bermanfaat untuk kalian juga, khususnya bagi kalian yang akan atau memiliki rencana untuk traveling ke Hong Kong dan Macau, maka aku tuliskan review makanan halal yang aku coba di sana.

1. Hung`s Chinese Restaurant
Hung's Menu
Restoran ini berlokasi di Chungking Mansion, Tsim Sha Tsui, Kowloon, dari pintu masuk Chungking Mansion langsung belok kiri mentok terus belok kiri lagi. Restoran ini pemiliknya seorang muslim, makanan dan minuman yang disediakan halal tapi dia ga punya sertifikasi halal Hong Kong. Harga makanan sekitar 30 - 150 HKD, disini ga ada service fee tapi kalau mau dibawa pulang kena biaya 5 HKD per box nya. Rasa makanannya lumayan enak dan porsinya banyak tapi harganya lebih mahal dibandingkan restoran di Hong Kong Island.

2. Loulan Islam Restaurant
Dumpling vegetable soup - Fermentation drink - Homemade noodles and beef soup
Loulan Islam restaurant ini tempat makan halal yang aku coba saat di Macau. Lokasinya di R. do Teatro, dekat dengan Senado Square bisa jalan kaki sekitar 500 meter dari situ. Restoran ini memiliki sertifikat halal food dari Islamic Centernya. Oiya di sini pramusajinya orang Indonesia jadi kalau mau pesen tinggal ngomong bahasa indonesia aja. Makanan yang tersedia tidak hanya masakan cina tapi juga masakan timur tengah.  Harga makanannya sekitar 50-70 MOP/HKD sedangkan minumannya sekitar 15-25 MOP/HKD sama seperti di Hong Kong porsinya makananya banyak, 1 porsi bisa untuk 2/3 orang kalau yang tipe porsi makannya dikit. Aku memesan 2 porsi makanan, satu porsi untuk aku dan satunya lagi untuk adikku, jadi kami kekenyangan karena harus menghabiskan satu porsi sendiri-sendiri.

3. Nasi Briyani di Chungking Mansion
Nasi Briyani dengan potongan ayam yang besar
Selain Hung`s Restaurant di Chungking Mansion banyak yang jual nasi briyani halal. Aku sempat beli nasi briyani yang lokasinya sebelum belok kiri ke Hung`s resto. Harganya 1 porsi 45 HKD sudah terdapat nasi dan ayam, kita bisa milih mau spicy atau tidak. Menurut aku porsinya besar, aku bisa makan berdua sama adikku, rasanya juga enak.

4. Explorer`s Club Restaurant

Curry Rice Japanesse Food Set
Explorer`s Club Restaurant ini ada di Disneyland Hong Kong di area Mystic Point. Sebenarnya tempatnya kaya food court, tersedia berbagai macam makanan, ada Japanesse food, Korean Food, dan Asian Food (ada menu Indonesian food, Chinesse food). Disini tersedia kids menu yang porsinya lebih sedikit. Harga makanan termahal 149 HKD sudah sepaket dengan minum yang bisa kita pilih, mau softdrink atau lemon tea. Aku pesan paket nasi kari japanesse food dan lemon tea. Porsinya banyak banget dikasih 2 ayam, satu paha ayam goreng dan satunya lagi chicken katsu. Sedangkan adikku pesan paket nasi goreng yang lauknya ada sate ayam dan 1 udang goreng yang besar. Saking banyaknya kita ga ada yang abis, udah kenyang banget. Kalau gitu kan 1 porsi berdua aja biar hemat wkwkwkwk kan lumayan 149 HKD = sekitar 275.000 rupiah dan jadi ga mubazir.
Nasi goreng dengan berbagai lauk

5. Islamic Center Canteen
Aneka Dimsum
Nah kalau ini salah satu tempat makan dimsum halal yang terkenal di Hong Kong, lokasinya di Islamic Center, Masjid Ammar, di Wan Chai, Hong Kong Island. Kalau mau ke kantin kalian tinggal masuk aja ke gedung islamic center kemudian naik lift turun di lantai 4. Buka setiap hari dari jam 10.00 am - 09.00 pm. Disini tersedia dimsum dan masakan cina lainnya. Kalau mau makan dimsum adanya dari jam 10.00 am - 03.00 pm, saat malam menunya beda, tidak tersedia dim sum. Aku saranin kalau mau makan dimsum dari jam 10.00 am jangan mepet mau jam 03.00 pm karena dimsumnya cepat habis. Menurut aku harga makan disini lebih murah dibandingkan di Hung`s Chinese Restaurant, sangat rekomen untuk makan di sini.







Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Tulisan kali ini merupakan intinerary Hong Kong dan Macau part 2, lanjutan dari cerita perjalanan aku ke Hong Kong dan Macau sebelumnya. Kalau kalian belum membaca tulisan sebelumnya, bisa baca di Itinerary Hong Kong dan Macau part 1.

Day 3 - Avenue of Star, Causeway Bay, Islamic Center, Ngong Ping, Ladies Market

Hari ke-3 di Hong Kong cuacanya kurang bagus, mendung dan berkali-kali hujan pas perjalanan. Rencana awal pagi-pagi ke Ngong Ping terus balik ke nathan road ambil koper- lanjut ke causeway bay, Hong Kong Island untuk ganti hotel, tapi berubah pikiran jadi ganti jadwal ke Avenue of Star dulu karena pas hari pertama datang kesana saat udah malem jadi belum sempat explore, baru check out, lanjut ke causeway bay. Untung banget ganti jadwal karena pas siangnya di Victoria harbour, Nathan road ada demo RUU ektradisi pada pakai baju warna hitam, kebetulan aku juga pas hari itu pakai baju hitam untung udah di Hong Kong Island, kalau ngga mungkin disangka pendemo juga wkwkwkwk

Paginya aku mengunjungi Victoria Harbour sebelum ada demo.
Setelah check in di Mini Hotel, penginapan yang ke-2, aku lanjut ke Islamic Center Canteen untuk makan siang, disitu terkenal tempat makan dimsum halal yang enak, dan beneran enak jadi hari terakhir aku balik lagi kesitu untuk makan siang. Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari Mini Hotel bisa jalan kaki ke sana. Aku saranin kalau ke sana kalau bisa jangan pas hari Minggu karena rame banget banyak TKI, kayanya kalau weekend ada acara juga disana. Waktu itu kendalanya pas mau shalat ga kebagian mukena, dan ga bawa juga, dikira ga akan sepenuh itu sampai susah buat ganti-gantian mukena, untungnya ada yang mau minjemin mukena hehehe.
Hujan deras jadi berteduh dulu
Saat perjalanan ke Ngong Ping, hujan deras jadi ga mood ke sana, tapi karena udah booking online untuk naik cable car-nya jadi memaksakan untuk kesana. Kalau diundur sudah ga sempet lagi. jadi aku menunggu hujan reda trus lanjut naik bus ke sana. Saat mau sampai, aku salah turun halte dong wkwkwkwk kelewatan 1 halte dan jauh, bigung juga untuk jalan kaki. Akhirnya aku memutuskan untuk naik taksi.
Sepi saat menaiki cable car menuju Ngong Ping Village karena sudah jam 4 sore

Aku baru naik cable car jam 4 sore dan sepi. Aku naik cable car cuma berdua sama adikku, jadi serasa privat. Padahal aku beli tiket yang biasa. Selama perjalanan di cable car agak ngeri karena anginnya terasa banget sampe cable car-nya goyang kaya ayunan. Semakin tinggi semakin berkabut, sampai ada momen isinya kabut doang, ga keliatan pemandangannya.
Pemandangan berkabut dari cable car
Cable car tutup sampe jam 6 sore jadi aku disana cuma explore bentar dan hujan deras lagi akhirnya langsung buru-buru pulang, pas pulangnya dalam cable carnya ada 8 orang jadi ga bergitu serem karena gunjangannya ga begitu kerasa dibandingkan cuma berdua.
Hujan deras di Ngong Ping Village walaupun pakai payung tetep basah juga
Selesai dari Ngong Ping Village aku lanjut naik bus ke Mongkong untuk ke Ladies Market, belanja bentar terus pulang ke penginapan. Rasanya kaki udah pegel banget seharian banyak jalan dan sempet gerek-gerek koper juga jadi cape banget

Day 4 - Disney Land Hong Kong

Niatnya ke Disneyland pagi-pagi, tapi ga jadi karena bangun-bangun badan masih pegel dan kemaren tidurnya telat baru tidur diatas jam 12 malam. Akhirnya aku baru sampai Disneyland siang hari, sekitar jam setengah 11. Hari itu cuaca panas sampai sore, baru hujan saat malemnya, pas banget hujannya saat aku lagi mau naik MTR untuk pulang.
Welcome to Disneyland !
Ini pertama kalinya Aku ke Disneyland, agak mengecewakan sih, bangunan kastilnya ditutup, sedang renovasi, dan gak sempet foto sama karakter-karakter disneynya. Jadi aku kira sistemnya sama kaya di Universal Studio Singapore, kita bisa bebas untuk foto sama karakter-karakternya. Ternyata ngga kaya gitu, ada jamnya dan dibatasin juga. Beberapa kali ketemu karakternya, ehh udah ga bisa foto. Selama di sana, aku cuma nikmatin 7 wahana + iron man experience yang udah ngantri lama tau-taunya cuma foto bentar doang wkwkwk aku kira ada nonton 4D nya ternyata itu terpisah di wahana berbeda.
Foto bersama Iron Man di Iron Man Experience
Kalau kalian ingin mencari makanan halal dan tempat shalat di Disneyland HK, gak usah khawatir karena itu semua udah ada di sana. Makanan halal tersedia di Main Street Market, Tahitian Terrace di area Adventureland, dan  Explorer`s Club Restaurant di area Mystic Point. Aku milih makan di Explorer`s Club karena makanannya lebih beragam dan dekat mushollanya juga. Lokasi mushollanya sebelahan dengan toilet, yang ada tulisan Quiet Room bukan prayer room yah atau musholla. Gara-gara tulisannya Quiet Room jadi aku ga nyadar kalau itu prayer roomnya wkwkwk padahal udah jalan ke main street jadi balik lagi kesitu.

Day 5 -  Tramoramic Tour, Jardine`s Crescent

Perjalanan hari ini tidak sesuai itinerary sama sekali, karena situasi dan kondisinya tidak memungkinkan. Aku baru keluar hotel sekitar jam 10.00, dan harus sampai hotel lagi jam 19.00 untuk persiapan pulang ke Indonesia. Sebelum ke Victoria Peak, kami makan dulu di Islamic Center lagi habis itu otw naik bus ke Peak Tram.

Pas turun dari bus, ada tulisan informasi kalau lagi direnovasi, jadi kalau mau ke victoria Peak menggunakan alternatif trasnpor yang lain. Alhasil karena udah bete jadinya batal ke Victoria Peaknya.

Aku nyobain naik tram menuju Western Market Terminus (FYI; Terminus sebutan shelter untuk tram) dan ikutan tram tour keliling Hong Kong Island, namanya TramOramic. Biaya TramOramic ini  95 HKD dan kita bisa naik tram sepuasnya selama 2 hari.
Tour tram TramOramic
Selesai tram tour aku lanjut ke Jardine`s Crescent untuk ke street market. Ternyata tempatnya tidak begitu besar dibandingkan Ladies Market. Barang yang dijualnya pun hampir sama, tapi harganya lebih mahal dan juga sulit untuk ditawar. Menurutku lebih baik belanja di Ladies Market aja. Akhirnya aku balik lagi ke Ladies Market karena ada yang mau dibeli. Setelah itu balik ke hotel dan lanjut ke bandara naik bus. Jadwal penerbanganku ke Jakarta jam 00.20 dini hari. Aku sampai Jakarta besok paginya sebelum subuh.

Selesai sudah perjalanan selama di Hong Kong dan Macau ini. Semoga cerita perjalanan ini dapat bermanfaat untuk teman-teman semua, khususnya yang sedang mencari informasi untuk perjalanannya ke Hong Kong dan Macau. Happy holiday ! 😊
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Pemandangan Hong Kong saat mendarat
Trip kali ini bisa dibilang trip yang dadakan karena persiapan sekitar H-1 bulan, dibandingkan dengan trip ke Thailand yang sudah disiapikan sekitar 4 bulan sebelum keberangkatan. Saat itu lagi merasa jenuh dan rasanya ingin sekali untuk traveling, explore tempat baru setelah lebaran. Saat ramadhan sedang banyak promo ramadhan untuk beli tiket pesawat dan lainnya, jadi membuat aku semakin antusias untuk traveling. Awalnya sempat ragu untuk pergi ke Hong Kong, berdasarkan info yang aku baca, cuacanya lagi kurang bagus karena bulan Juni sampai Agustus lagi musim panas dan sering hujan, dan juga bulan mei sampai akhir november rawan badai angin topan kan jadi serem. Kepikiran untuk ganti destinasi lain, pergi ke Singapur aja karena udah lama ga ke Singapur dan dekat juga. Setelah mempertimbangan ini itu, akhirnya tetep memilih pergi ke Hong Kong sambil mencocokan tanggal dan cuaca yang bagus di accuweather. Akhirnya aku memutuskan berangkat di tanggal-tanggal awal Juli, ujung-ujungnya ditentukan berdasarkan harga tiket termurahnya bukan berdasarkan cuaca yang bagus di ramalan cuaca hahahaha. Oke cukup prolognya, langsung aja aku sharing perjalanan aku selama di Hong Kong 😁.

Day 1 - Tsim Sha Tsui, Symphony of  Light

Aku memilih penerbangan langsung menggunakan Cathay Pacific Airline agar tidak terlalu membuang waktu dan energi untuk transit (FYI: cathay pacific menyediakan makan halal dari dan ke Indonesia jadi lebih nyaman untuk makan). Berangkat dari Jakarta jam 09.00 pagi, yang seharusnya 08.30 tapi antri untuk take off karena lagi banyaknya pesawat yang mau take off juga, untungnya sampai di Hong Kong tetap sesuai jadwal 14.35 (FYI: waktu di Hong Kong 1 jam lebih cepat dibandingkan Jakarta). Setelah selesai urusan imigrasi, aku membeli octopus card dulu di counter dekat tourism infomation, lokasi pas banget setelah pintu exit dari loket imigrasi, jadi mudah ditemukan. Setelah itu aku lanjut pergi ke penginapan di Nathan Road, Tsim Sha Tsui, Kowlon District. Untuk ke sana dengan transportasi umum bisa dengan bis, airport train, dan taksi. Aku memilih naik bis karena paling praktis tinggal naik 1 kali dan biaya transpornya paling murah 33 HKD (Hong Kong Dollar). Kalau naik airport train lebih ribet karena harus transit dan pindah naik MTR, jadi not recommended dan harganya juga lebih mahal 115 HKD tapi kalau pakai octopus card jadi 110 HKD, kalau naik taksi pastinya lebih mahal lagi.

Bis A21 untuk menuju ke Tsim Sha Tsui dari HKIA
Setelah sampai di Nathan Road, aku langsung ke penginapan yang lokasinya ada di gedung Mirador Mansion. Btw, Mirador Mansion dan Chungking Mansion ini merupakaan 2 gedung yang terkenal di kalangan backpacker untuk tempat menginap karena di sini banyak guest house atau hostel murah di Hong Kong. Aku lebih memilih Mirador Mansion karena lebih tenang dibandingkan di Chungking mansion terlalu ramai, di pintu masuk banyak calo-calo orang india yang menawarkan penginapannya, tapi kalau nyari makanan halal ada banyak di lantai dasar gedung Chungking Mansion ini, salah satunya Hung Restaurant yang jadi pilihan tempat makan malamku. Saat melihat daftar harga, ternyata biaya makan di Hong Kong lebih mahal dibandingkan Singapur.

Selesai makan malam, aku lanjut ke Victoria Harbour untuk melihat pertunjukan Symphony of Light jam 20.00 durasinya cuma 5 menit. Aku ke sana sekitar 15 menit sebelum jam 20.00 dan tempatnya sudah dipenuhi banyak orang, jadi ga kebagian tempat paling depan. Aku menyarankan kalau mau ke sana paling telat 30 menit sebelum pertunjukan yah.

Suasana saat menunggu Symphony of Light di Victoria Harbour
Day 2 - One day trip Macau (Lisboa, Senado Square, St. Dominic`s Church, Ruins of St. Paul, The Venetian)

Ada 3 terminal untuk menuju Macau dari Hong Kong menggunakan kapal ferry. Jika kita berangkat dari Bandara International Hong Kong, di Lantau Island, bisa naik ferry dari Hong Kong Skypier. Kalau kita dari Hong Kong Island bisa naik ferry dari Hong Kong - Macau Ferry Terminal yang lokasinya ada di Central. Karena aku lokasinya ada di Tsim Sha Tsui, di Kowlon jadi lebih dekat naik dari Hong Kong - China Ferry terminal. Tinggal jalan kaki sekitar 600 m dari Mirador mansion. Kapal ferry yang melayani rute Hong Kong - Macau ada 2 yaitu Turbo Jet dan Cotai Water Jet. Kebetulan aku PP naik Cotai Water Jet karena saat itu yang paling cepat berangkatnya. Harga tiketnya 186 HKD saat pagi sedangkan saat pulang karena sudah malam harganya jadi 200 MOP (Macau Pataca mata uang di Macau).  FYI,  harga 1 HKD sama dengan 1 MOP, saat di Macau kita juga bisa menggunakan HKD jadi tidak perlu repot-repot untuk menukar mata uang ke MOP.

Taipa Ferry Terminal
Setelah sampai di Macau, Taipa Ferry Terminal, untuk ke Senado Square aku menggunakan free shuttle bus Lisboa dari situ tinggal jalan kaki ke Senado Square. Jadi di Taipa Ferry Terminal ini disediakan free shuttle bus untuk ke casino-casino, ada bus Lisboa yang warna hijau, wynn yang warna orange, the venetian yang warna coklat, ada Sands dan lainnya. Free shuttle bus ini bisa kita gunakan walaupun kita ga ke casino, lumayan untuk menghemat biaya transportasi.

Free shuttle bus
Sampai di Lisboa, aku mengambil foto bentar di depan bangunannya, sesduahnya aku melanjutkan jalan kaki ke Senado Square. Cuacanya di sana sedang panas tapi berawan cenderung mendung dan sempat hujan bentar banget, mungkin cuma semenit atau kurang saking bentarnya hehehe.

Beberapa meter dari Senado Square, udah sampai ke St. Dominic`s Church. Setelah itu aku lanjut makan siang di Laulan Islam Restaurant yang jaraknya sekitar 500 meter dari situ,  Di Laulan ini kita juga bisa sekalian sholat. Jadi tidak usah bigung untuk mencari makanan halal dan tempat shalat saat jalan-jalan ke Senado Square.
UNESCO menetapkan Ruins of St. Paul sebagai salah satu warisan dunia
Setelah selesai makan, aku melanjutkan ke tempat wisata berikutnya, Ruins of St. Paul yang merupakan salah satu bangunan ikonik di Macau. Di sini panasnya terik banget, dan emang lagi tengah hari juga sih,  jadi aku ga kuat lama-lama di sana, langsung jalan mencari tempat berteduh. Niatnya setelah itu balik lagi ke St. Paul karena belum puas buat foto-foto, ehh tapi karena kita jalan terus menyelusuri toko-toko di sepanjang jalan, tiba-tiba sudah sampai ke St. Dominic tempat sebelumnya, jadi mager untuk balik lagi hahaha. Di sekitar Senado Square dan St. Paul itu banyak banget toko-toko kaya Sasa, Watson, Sketcher, Giodarno, Nike dan lainnya, tempat shopping banget.

Destinasi selanjutnya The Venetian, dari Senado Square tinggal jalan beberapa meter ke shelter bus untuk naik bis ke The Venetian. Di situ ada beberapa shelter dan lokasinya berdekatan, make sure kita udah nunggu di tempat yang tepat, lihat dipapannya ada nomor bis yang mau kita naikin ga, kalau ga ada berarti kita nunggu di shelter yang salah. Untuk pergi ke The Venetian aku naik bus no 26A, dari Senado Square di shelter yang ke 2. Cara naik bisnya sama seperti di Hong Kong masuk di pintu depan langsung bayar 6,2 MOP kalau ga salah, tapi aku bayar pakai HKD, jadi di macau ini ga perlu nuker uang ke MOP soalnya pakai HKD juga bisa, dan harus sediakan uang pas karena ga ada kembaliannya. Untuk ngecek biaya transpornya kita bisa liat di papan informasi bisnya di halte, di situ sudah ada tulisan bus no berapa, biaya berapa, rutenya apa aja. Pas turun sempet kelewatan 1 halte dari yang dikasih tau google map tapi untuknya tidak terlalu jauh juga, malah lebih dekat ke tangga penyeberangan yang mau ke The Venetian.

The Venetian merupakan salah satu tempat casino di Macau yang didesain dengan konsep ala-ala Kota Venesia di Italia. Mereka punya sungai dan langit buatan sendiri, bahkan ada gondolanya juga serasa menikmati kota Venesia tapi indoor. Selain ada casino, di sana juga tempat untuk belanja, banyak toko-toko branded di sana, menurutku harga di The Venetian lebih murah dibandingkan di HK karena banyak diskonnya. Kita juga bisa naik gondola di sini menyelusuri sungai buatannya serasa di Venice.

The Venetian Macau
Sekitar jam 19.00 aku selesai jalan-jalan di The Venetian, untuk naik ferry di Taipa Ferry Terminal aku naik free shuttle bus The Venetian yang ke Taipa Terminal. Saat sampai Hong Kong dan mau balik ke penginapan baru sadar kalau ternyata salah beli tiket yang harusnya ke HK-China Ferry Terminal yang tinggal jalan kaki ke penginapan, ehh ternyata malah ke HK-Macau Ferry Terminal di Hong Kong Island, pantesan warna tiketnya beda, jadi harus pulang naik MTR dulu. Biar ga salah tiket, kalau mau beli tiket ke penjaga loketnya bilang yang lengkap HK-China Ferry Terminal jangan bilang Hong Kong doang kaya aku, jadi dikasihnya HK-Macau Terminal deh wkwkwkwk.

Bersambung ke Part 2


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

About me

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram

recent posts

Arsip Blog

  • Juni 2023 (1)
  • Mei 2022 (1)
  • April 2022 (2)
  • Juni 2020 (1)
  • Mei 2020 (1)
  • April 2020 (1)
  • Maret 2020 (4)
  • Februari 2020 (4)
  • Januari 2020 (3)
  • Desember 2019 (1)
  • November 2019 (6)
  • September 2019 (1)
  • Agustus 2019 (4)
  • Juni 2019 (1)
  • Mei 2019 (2)

Categories

  • Budgeting (3)
  • Destinations (25)
  • Etcetera (2)
  • Halal Food (3)
  • Hong Kong (7)
  • Itinerary (7)
  • Japan (11)
  • Macau (4)
  • Morocco (1)
  • Prayer Room (1)
  • Review (3)
  • Review Hotel (8)
  • Saudi Arabia (1)
  • Spain (1)
  • Thailand (7)

Popular Posts

  • Berburu Kuliner Halal di Jepang
  • Tips Hemat Mengatur Budget Traveling ke Thailand Selama 8 Hari
  • Tempat Sholat Selama di Jepang
  • Serunya Menonton Siam Niramit Show
  • Perbaiki Diri dengan Bengkel Diri
  • Perjalanan Umroh
  • Noursabah Boutique Bed Bangkok Penginapan yang Ramah Muslim
  • REVIEW - Glur Bangkok Hostel

Member

Member

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates