Diberdayakan oleh Blogger.
  • Home
  • Destinations
    • Hong Kong
    • Japan
    • Macau
    • Morocco
    • Thailand
  • Halal Food
  • Review
    • Hotel

destinations

facebook twitter instagram Email


Salah satu hal yang membuat saya antusias pergi ke Jepang adalah untuk berburu kuliner halal di sana. Khususnya untuk mencoba aneka japanese food seperti ramen, udon, sushi, nasi kari khas jepang dan lainnya. Senangnya saat ini di Jepang sudah tersedia berbagai restoran halal. Jadi saya bisa mencoba aneka macam japanese food yang autentik dengan tenang tanpa harus was-was mempertanyakan kehalalannya. Kali ini saya ingin sharing pengalaman saya saat berburu kuliner halal tersebut.  

1. Naritaya
Menu set ramen yang saya pesan saat pertama kali makan di sini
Naritaya merupakan resto halal pertama yang saya kunjungi saat sampai di Osaka. Lokasinya ada di Namba, tidak terlalu jauh dari Dotonbori. Tempatnya tidak terlalu besar, tapi masih tetap nyaman. Review tentang Naritaya sudah saya tuliskan sebelumnya, yang bisa kalian baca di tulisan ini.

2. Ayam-Ya
Spicy ramen Ayam-ya
Ayam-ya salah satu kedai ramen halal di Jepang. Kedainya ada di Osaka, Tokyo dan juga Kyoto. Sesuai namanya Ayam-ya, menu di sini semuanya ayam. Kaldu ramennya pun terbuat dari kaldu ayam. Saya suka banget sama rasa kuah ramennya bikin ketangihan. Lihat foto ramennya aja udah bikin saya ngiler wkwkwk jadi pingin makan ramen Ayam-ya. Tidak heran saat adik saya pulang dari jepang tahun lalu selalu sebut-sebut Ayam-ya. Emang beneran enak. Sampai-sampai nyampe indo jadi terbayang pingin makan ramen Ayam-ya lagi. Sayang di indo gak ada, saya belum nemuin ramen yang rasanya mirip kaya itu. Selain Ayam-ya sebenarnya ada kedai ramen halal yang lain yang katanya enak juga, bahkan katanya lebih enak dari Ayam-ya tapi sayangnya saya gak sempat untuk mencobanya.
Chicken Karage
Menu yang tersedia di sini selain ramen juga tersedia menu tambahan seperti nasi, karage, gyoza, ada tambahan toping juga kalau mau, kaya tambah telur rebus, dll. Range harga ramen sekitar 800an yen. Di sini tidak ada pilihan menu minum, tapi tenang aja tersedia ocha dingin gratis. Kalau kalian mau sholat di sini juga tersedia musholla.  

3. Curry House Coco Ichibanya
Vegetable Curry with Chicken Cutlet
Coco Ichibanya merupakan resto khusus spesialisasi nasi kari jepang. Coco Ichibanya ini di Jepang sudah banyak outlet ada di berbagai kota, tapi untuk yang bersertifikat halal cuma ada 2 outlet dan dua-duanya cuma ada di Tokyo. Lokasinya ada di Akihabara dan Shinjuku. Saat di Tokyo saya mencoba makan nasi kari ini di outlet Shinjuku. Lokasinya ada di lantai B1 jadi kita harus turun menggunakan lift dulu. Untuk patokannya liat aja logo dan tulisan Coco Ichibanya, nanti ada keteranganya dekat lift. Waktu itu saya menggunakan google map untuk petunjuk arahnya. 

Saat memesan nasi kari di sini banyak pilihannya dari yang plain (cuma nasi dan saus kari), vegetable/sayur yang cocok untuk yang vegan, dan juga mix (antara sayur dan ayam). Di resto kari ini kita bisa milih jumlah porsi nasinya dari 200 gram sampai 500 gram. Untuk standart porsinya itu 300 gram. Menurut saya porsi 300 gram ini cukup banyak. Jadi 1 porsi nasi kari ini bisa berdua dengan adik saya. Selain jumlah porsi nasinya, kita juga bisa memilih tingkat kepedasan saus karinya dari level 1 - 10. Untuk harganya variatif sekitar 500 yen - 1700 yen untuk porsi standar. Di resto ini juga terdapat kids menu yang porsinya tidak terlalu besar, harganya sekitar 400 yen.  

Selain kari, di resto ini juga tersedia menu berbagai salad, ada green salad, corn salad, dan karage salad seperti pada foto di bawah ini. Saladnya terdiri dari potongan selada, irisan kol dan wortel, juga jagung manis, serta chicken karage sebagai topingnya. Untuk dressing saladnya mereka menggunakan saus wijen. Kalau kalian tau dressing salad yang merek Kewpie, yang sering di jual di super market, rasanya mirip itu yang varian wijen sangrai.

Karage Salad
Ternyata CoCo Ichibanya ini sudah ada di Indonesia. Outletnya udah ada beberapa di mall Jakarta diantaranya ada di GI (Grand Indonesia), Neo Soho dekat Cetral Park, dan Senayan. Tapi saya belum pernah berkesempatan mencoba di Jakarta. Mungkin lain kali kalau lagi jalan-jalan di mall-mall tersebut bisa mencoba makan nasi kari di sana.

4. Asakusa Sushiken
Asakusa Sushiken tempat makan sushi halal di Tokyo

Saat ingin makan sushi di Jepang tapi mencari yang halal, bisa mampir ke Asakusa Sushiken yang ada di Tokyo. Lokasinya ada di Asakusa, Taito City, kalau dari sensoji temple sekitar 1 km. Jam bukanya kalau senin sampai sabtu jam 12.00-14.00 untuk makan siang selanjutnya buka lagi jam 17.00-24.00 untuk makan malam, sedangkan hari minggu dan hari libur dari jam 11.30-15.00 dan 17.00-22.00. Kalau di Jepang banyak resto yang jam bukanya ada waktu jedanya kaya resto ini, biasanya ada jam tutup antara selesai jam makan siang sampai menjelang jam makan malam. Jadi kalau mau ke sana perhatikan jamnya, jangan sampai nyampe sana lagi tutup yah hehehe.

Harga makanan di resto ini untuk menu paket berkisar 1000 yen - 2.200 yen terdapat menu paket sushi, tempuran set, dan aneka rice bowl. Selain paket juga bisa memesan porsi kecil yang 1 porsinya terdapat  2 potong harganya sekitar 200 yen.
Beberapa slide sushi dan paket menu tempuran

Saat makan di sini saya memesan beberapa macam sushi dan menu tempuran set. Tempura set ini terdiri dari berbagai tempura (kalau di indonesia tempura ini kaya gorengan bertepung) ada yg isi udang, ubi, bawang bombay dan lainnya, ditambah  nasi, sup miso, serta beberapa potong sashimi, dan salad. Udah paket komplit gitu.

5. Yoshiya Arashiyama
Lokasi restonya ada di dalam bangunan ini
Waktu saya berjalan-jalan ke Arashiyama di Kyoto, yang terkenal dengan hutan bambunya, sempat bigung untuk mencari tempat makan halal dan tempat sholat. Coba untuk browsing di google, ternyata ada tempat makan halal dan juga tersedia prayer room yang tidak terlalu jauh dari situ. Lokasinya lebih dekat dari jembatan togetshu-kyo dibandingkan dari hutan bambunya. Nama restonya Yoshiya.
Spicy Deep Fried Chicken Rice Bowl menu yang saya pesan waktu itu
Yoshiya merupakan restoran Jepang autentik. Di sini menyediakan aneka macam masakan khas Jepang. Kalau kalian ingin mencoba daging wagyu di sini juga tersedia. Rata-rata menu makanan di sini sudah per paket. Harga makanan utamanya sekitar 950 yen - 5000 yen. Untuk menu wagyu shabu-shabu harganya 5000 yen.
  
6. The U-don
Niku udon dan tambahan oden
Sesuai dengan namanya restonya, tempat makan ini khusus menyediakan udon. Saya menemukan kedai udon ini saat mencari resto halal di Bandara Kansai Osaka. Kalau di indonesia konsep resto ini mirip banget kaya Marugame, menunya juga gak jauh beda ada menu khusus udon, menu nasi, juga tempura yang bisa kalian pilih dan yang bedain dari marugame di sini terdapat oden. Kalau tempura itu di goreng sedangkan kalau oden itu di rebus. Rasa udonnya juga hampir mirip dengan Marugame.
Beef rice bowl di The U-don
Bedanya kalau di The U-don udah self service, jadi kalau kita sudah selesai makan, peralatan bekas makannya ditaro di tempat counter khusus, nanti pelayannya mengambil piring kotornya dari situ.

7. Sojibo
Cold soba noodles with grated yam and a soft-boiled egg
Sojibo merupakan resto halal yang menyediakan aneka menu mie soba. Resto ini memiliki sertifikat halal dari Malaysia. Saya mencoba mie soba ini saat lagi jalan-jalan di Odaiba, Tokyo. Lokasinya ada di Diver City Tokyo Plaza, lantai 6. Di Diver City Tokyo Plaza tempat lokasinya patung gundam unicorn dan dekat juga dengan liberty statue. Selain di Odaiba, resto ini juga terdapat di Bandara Kansai, Osaka dan Bandara Narita, Tokyo.
Set hot soba noodles with cutlet over rice in bowl
Resto ini menyajikan pilihan menu mie soba yang cold/dingin dan hot/panas, jadi kita bisa memilih sesuai selera. Waktu itu saya memesan 1 set mie soba yang dingin dan 1 lagi yang panas. Jujur saya lebih suka mie soba yang panas, karena mungkin kurang terbiasa makan mie dengan kuah yang dingin jadi di lidah terasa agak aneh. Selain mie soba di sini juga menyediakan menu tempura, sashimi, dan curry. Kalau kalian tertarik makan mie soba yang autentik dan halal bisa datang ke salah satu outletnya.

Semoga informasi ini bisa membantu teman-teman yang akan pergi ke Jepang atau berencana ke Jepang agar tidak perlu bigung atau khawatir untuk makan, karena di Jepang sudah mulai banyak tempat makan halal. Selamat mencari dan mencoba makanan halal di Jepang 😊


Share
Tweet
Pin
Share
38 komentar

Nerarel Hostel salah satu penginapan saya selama di Osaka, yang berlokasi di area Namba. Lokasinya dekat dengan pusat perbelanjaan Namba City berjarak 200 meter dan 700 meter dari Glico Man Sign Dotonbori. Untuk mencari bangunan ini cari yang ada tulisan Docomo di atas gedungnya karena hostel ini satu gedung dengan Docomo.

Akses transportasi umum yang paling dekat dengan hostel ini adalah Nankai Namba Stasion, dari pintu south exit jalan kaki ke hostel sekitar 1 menit tergantung kecepatan jalan masing-masing. Dari Bandara Kansai kita bisa naik kereta Nankai Airport Express ke stasiun Namba, kereta ini pilihan yang lebih murah tapi lebih lama karena lebih banyak pemberhentiannya. Jika ingin lebih cepat bisa menggunakan kereta Limited Express Rapit tapi lebih mahal.

Room
Hostel ini memiliki berbagai tipe macam ada twin room, triple room dan dormitory. Untuk twin room ada 3 tipe tempat tidur ada single bed, bunk bed, dan double bed. Dormitory juga terbagi menjadi 3 yaitu male dormitory, female dormitory, dan mix dormitory. 
Twin room dengan tempat tidur susun
Terdapat meja, kursi, dan cermin di dalam kamar 
Harga per malam untuk satu orang berkisar dari 225.000 - 410.000 tergantung tipe kamarnya. Tipe kamar yang saya pilih yaitu twin room untuk 2 orang dengan sharing bathroom untuk 3 malam. Di dalam kamar terdapat bunk bed yang tersedia colokan listrik disetiap tempat tidur, meja, kursi, cermin, gantungan baju, tisu dan tempat sampah. Setiap orang diberikan free handuk yang bisa diganti setiap hari, sliper/sandal, sikat gigi dan odol. Semua tipe kamar disini sharing bathroom. 
Area wastafel yang sudah di lengkapi dengan berbagai amenities
Pada setiap lantai kamar tersedia 2 shower room, 2 closet room, area wastafel. Area wastafel ini sudah dilengkapi dengan berbagai amenities yang lengkap seperti hair dryer. sabun cuci tangan, tisu, kapas, cotton bud, ikat rambut, facial foam, bahkan cleasing oil. Disediakan juga alat pencatok rambut yang bisa kalian pinjam di resepsionis. Di dalam shower room juga sudah terdapat sampo, sabun, dan facial foam.
Dua closet room yang terdapat di setiap lantai kamar
Facilities
Resepsionis hostel ini berada di lantai 3, jadi saat masuk lobby kita harus naik lift dulu ke lantai 3 untuk check in. Di lantai 3 ini dikhususkan untuk area publik. Tidak hanya terdapat resepsionis di lantai ini, juga terdapat ruang bersama seperti dapur, ruang makan, ruang TV dan komputer yang tersedia koleksi komik-komik manga yang gratis dibaca oleh tamu hostel dan komik-komik ini juga boleh dibawa ke dalam kamar. Selain itu terdapat juga ruang cuci yang berbayar dan loker 24 jam yang bebas biaya tapi kita harus memberikan uang deposit 100 yen sebagai jaminan. 
Resepsionis area yang bersebelahan dengan ruang bersama

Area ruang bersama yang terdapat dapur, ruang makan, ruang TV dan PC 

Dapur yang sudah difasilitasi dengan peralatan masak
Dapur di Nerarel Hostel ini sudah disediakan berbagai fasilitas yang lengkap dari alat makan, peralatan masak, kulkas, dispenser, microwave, oven, ketel listrik, pemanggang roti, dan mesin kopi. Jadi sangat memudahkan kita jika lebih memilih untuk memasak dibandingkan beli makanan di luar. Setiap pagi di area dapur juga terdapat roti tawar dan selai gratis untuk sarapan, jadi bisa lebih menghemat biaya makan.

Score Review 8,5/10
Secara keseluruhan menginap di sini menurut saya sangat nyaman dengan berbagai fasilitasnya yang lengkap dan juga kebersihannya terjaga, yang paling saya suka amenitiesnya lengkap banget bahkan ada cleasing oil yang jarang tersedia di hostel yang lain. Jadi kalau menginap disini kita tidak perlu repot-repot bawa toiletries karena sudah tersedia. Pelayanan staffnya juga ramah dan sangat membantu. Tapi sayang area bahtroomnya campur, tidak dipisahkan antara pria dan wanita, untuk saya yang berhijab jadi tidak nyaman saat menggunakan hair driyer.
Share
Tweet
Pin
Share
6 komentar
Sunset in Morocco
Kerajaan Maroko merupakan salah satu negara mayoritas Islam yang berada di Benua Afrika. Negera ini dalam bahasa arab disebut Al-Mamlakatu Al-Maghribiya yang artinya Kerajaan Barat. Lokasinya yang berada di bagian barat wilayah Afrika Utara maka sering disebut juga dengan Maghribi atau Negeri Matahari Terbenam. Bagi para wisatawan negara ini terkenal karena keeksotisannya, baik pesona alamnya maupun arsitekturnya. Alhamdulillah tahun 2015 yang lalu saya memiliki kesempatan untuk menjelajahi negara ini. Kali ini saya ingin menceritakan perjalanan saya ke Maroko sambil mengenang perjalanan waktu itu dan mengingat-ingat kembali karena hampir lupa tempat-tempat apa saja yang dikunjungi. Niat awalnya sudah lama ingin menuliskan perjalanan ini tapi sayangnya tertunda-tunda sampai akhirnya baru kali ini terealisasikan 😀. 

Pertengahan bulan November 2015, sekitar 4 tahun yang lalu lebih beberapa bulan saya melakukan perjalanan ke Maroko dan Spanyol selama 10 hari, 2 hari dihabiskan untuk waktu perjalanan sehingga hanya 8 hari efektifnya. Perjalanan kali ini saya pergi dengan kedua orang tua saya dan salah satu kakak saya. Kami mengikuti rombongan tour dengan peserta 12 orang termasuk pemilik tour tersebut, dan beberapa teman orang tua saya sehingga lebih terasa privat dibandingkan tour dengan jumlah besar yang bisa lebih dari 15 orang.  Langsung saja saya akan menceritakan perjalanan saat itu.

Note: Pada tulisan ini akan fokus bercerita tentang perjalanan ke Maroko. Untuk tulisan cerita perjalanan ke Spayol akan dituliskan secara terpisah. 

Day 1 - 18112015 : Jakarta - Kuala Lumpur - Turki - Casablanca
Sampai Turki Menjelang Waktu Subuh

Kami melakukan penerbangan pagi dari Jakarta ke Kuala Lumpur,Malaysia dengan Lion Air, sampai di KL saat makan siang, karena jarak waktu ke penerbangan berikutnya cukup lama, kami memilih untuk one day tour keliling KL dahulu. Jam 23.25 kami baru melakukan penerbangan dari KL ke Casablanca, karena kami menggunakan Turkish Airlines jadi transit dulu di Turki. Baru sampai Maroko keesokan harinya.

Day 2 - 19112015 : Casablanca
Hassan II Mosque
Kami sampai di Casablanca, Maroko siang hari jam 13.05. Lalu mengurus imigrasi dan bagasi, lanjut makan siang, kemudian menuju destinasi pertama yaitu Hassan II Mosque sekalian shalat. Masjid Hassan II ini dinobatkan masjid terbesar kedua setelah Masjidil Haram di Mekah. Lokasi masjid ini menarik karena berhadapan langsung dengan Samudra Atlantik, di plaza masjid kita bisa melihat pemandang pantai dan juga bisa menikmati sunset disana, banyak warga lokal juga yang berdatangan ke plaza masjid tersebut.

Selanjutnya kami dibawa ke tempat penjualan karpet dan produk-produk dari argan oil. FYI: kalau menggunakan travel agent saat mengunjungi negara lain ada tempat-tempat wajib yang harus dikunjungi oleh turis, biasanya sudah ada kerja sama dari travel agent dengan pihak pariwisata setempat, seperti tempat penjualan karpet tersebut. Setelah itu makan malam di hotel, tempat kami menginap.
Carpet Shop
Saat kami berada di toko karpet ada anggota tour yang baru menyadari kehilangan uangnya. Dan kami juga langsung mengecek uang kami masing-masing. Dan ternyata yang kecurian ada 2 orang. Kemungkinan 2 orang itu kecurian saat lagi di Malaysia. Sangat disayangkan awal perjalanan sudah mengalamin kejadian buruk ☹.

Day 3 - 20112015 : Casablanca - Marrakech

Koutubia Mosque
Setelah sarapan kami berangkat menuju kota Marrakech. Tempat-tempat di Marrakech yang kami kunjungi diantaranya Bahia Palace yang memiliki bangunan yang menarik, ternyata desainnya menjadi salah satu masterpiece dari Morrocan Architecture, juga sebagai Landmark dari Kota Marrakech. Selanjutnya Koutubia Mosque, merupakan masjid terbesar di Kota marrakech. Dan tempat yang terakhir Jemaa el-Fna ialah salah satu tempat yang terkenal dengan alun-alunnya, yang terdapat pasar tradisional, dan atraksi khas warga Maroko. Tapi sayang ternyata saya tidak banyak mengambil foto di tempat-tempat tersebut.

Day 4 - 21112015 : Marrakech - Rabat - Fes
Mausoleum of Mohammed V

Hari ini dari Kota Marrakech kami melanjutkan perjalananan ke Kota Rabat. Di kota ini kami mengunjungi Mausoleum of Mohammed V. Pada komplek makam raja ini terdapat juga masjid disamping bangunan makam, di bagian depannya terdapat Yacoub Al Mansour Square yang dipenuhi kolom-kolom batu yang tadinya akan dibuat untuk bangunan masjid yang rencananya akan menjadi masjid terbesar di Kota Rabat oleh Abu Yusuf Yakub Al Mansour. Selain itu terdapat juga hasan tower sebagai minaret untuk masjid tersebut. Namun setelah Yacoub Al Mansour meninggal pembangunannya dihentikan.

Masjid di Sebelah Mausoleum of Muhamad V
Yacoub Al Mansour square

Selanjutnya kami mengunjungi Kasbah des Oudayas yang merupakan sebuah benteng yang dibangun pada masa Muwahhidun pada abad ke 12. Di dalam benteng ini semua bangunan didominasi dengan warna putih dan biru. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke kota Fez.

Kasbah des Oudayas Gate

Pengamen di Kasbah des Oudayas 

Day 5 - 22112015 : Fes - Tangier 
The Old Medina

Hari ini kami menjelajahi Kota Fez, yang merupakan kota terbesar ketiga di Maroko. Sebelumnya Fez merupakan ibukota Maroko sebelum perpindah ke Kota Rabat pada tahun 1912. Fez terkenal dengan pesona spitual dan budayanya. 

Kota ini terbagi menjadi dua bagian yaitu kota baru dan kota lama. Menurut saya hal yang menarik di kota ini adalah di bagian kota lama atau yang dikenal dengan sebutan Fez Al Bali. Pada umumnya desain kota seperti kota-kota tua di Arab. Fez Al Bai ini hanya dapat dimasuki dengan berjalan kaki atau bersepeda, tidak terdapat akses untuk kendaraan beroda empat. Bangunan-bangunannya saling berhimpit dan berhadapan hanya dipisahkan jalan selebar 2 meter saja. Menariknya desain kota lama ini masih asli seperti 1000 tahun silam.

Kota lama yang terkenal dengan The Old Medina yang menarik untuk di kunjungi oleh wisatawan yang juga trmasuk ke UNESCO World Heritage. Di Kawasan Old Medina terdapat universitas tertua di dunia yaitu Universitas Al-Qarawiyyin atau Al-Karaouine. 


 Universitas Al-Karaouine
Chouara Tannery

Selain itu terdapat tempat pembuatan produk-produk kulit yang terkenal di kota ini, Chouarea Tannery, yang merupakan salah satu tempat penyamakan kulit terbesar di Kota Fez. Tempat ini dibangun pada abad ke-11. Lokasinya berada di kawasan The Old Medina yang dekat dengan Universitas Al- Karaouine. 

Produk Kerajinan Kulit di Fez

Day 6: Tangier - Tarifa - Granada


Hari ini hari terakhir kami di Maroko. Setelah check out dari hotel kami menuju ke Tangier untuk melanjutkan perjalan ke Spanyol. Kami pergi ke Spanyol dengan menggunakan kapal feri yang menyebrangi Selat Gilbraltar menuju Kota Tarifa di Spanyol dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Sebelum menuju pelabuhan kami mengunjungi dua tempat yang menarik di Tangier, yaitu Cap Spartel dan Grand Socco.
Cap Spartel, Tangier
Cap Spartel, berada di bagian barat Kota Tangier, yaitu sebuah tanjung yang berada di Maroko sekitar 1000 kaki di atas permukaan laut di pintu masuk ke Selat Gibraltar. Di bawahnya terdapat Gua Hercules yang merupakan salah satu objek wisata populer di kota ini. Di Cape Spartel ini terdapat bangunan lighthouse atau mercusuar, biasanya bangunan ini jadi latar belakang untuk foto kaya foto di atas.

Grand Socco itu adalah sebuah pasar yang besar yang terkenal di Kota Tangier. Pasar ini berada di kawasan kota lama di bagian tengah Kota Tangier. Asal kata Socco berasal dari kata souq dalam bahasa arab yang artinya pasar. Jadi arti nama Grand Socco itu adalah pasar yang besar.
Grand Socco, Tangier
Sesampainya di Tarifa kami sempat berhenti di rest area sambil beristirahat dan menikmati pemandangan. Setelah itu kami melanjutkan makan siang di suatu tempat (ps: karena pakai tour jadi sering gatau nama tempatnya apa cuma ngikut aja wkwkwkwk).
Tarifa
Kami sampai Granada malam hari dan udara sangat dingin dibandingkan di Maroko. Ternyata Kota Granada ini secara geografis berada di kaki gunung siera nevada, yang arti namanya pegunung bersalju dalam bahasa spanyol. Jadi wajar saja udaranya lebih dingin dibandingkan di Maroko dan kota lain di Spanyol seperti Cordoba dan Madrid. Sampai di Granada kami langsung ke hotel untuk beristirahat.



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Naritaya Osaka
Naritaya merupakan restoran halal yang pertama saya kunjungi saat di Jepang, tepatnya saat di Osaka. Lokasinya ada di Chuo Ward yang tidak jauh dari Dotonbori, tempat glico man sign, sekitar 800 meter. Restoran halal ini telah memiliki sertifikasi halal Jepang, tidak menjual minuman alkohol dan pork, jadi lebih aman makannya untuk kita yang muslim karena terjamin kehalalannya. Jenis makananan yang disediakan di sini adalah japanese food seperti ramen, kari, yakiniku, katsu, gyoza, dan lainnya, juga tersedia halal wagyu. Untuk yang vegan juga tersedia vegetable ramen yang semua bahannya tidak mengandung hewani.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Masjid Tokyo Camii
Pergi ke suatu negara yang bukan mayoritas muslim, sering kali kesulitan untuk menemukan tempat sholat, baik itu musholla atau prayer room maupun masjid. Hal itu menjadi salah satu hambatan untuk melakukan perjalanan ke negara-negara tersebut. Saat ini semenjak berkembang halal tour, negara-negara minoritas muslim lebih concern kepada turis muslim untuk kepentingan pariwisata, sehingga mulai memfasilitasi kebutuhan ibadah umat muslim dengan menyediakan prayer room di tempat-tempat wisata khususnya. Salah satunya negara Jepang yang sudah mulai mempromosikan halal tour di negaranya dengan mulai banyak menyediakan tempat untuk ibadah, tersedianya makanan halal, dan produk halal lainnya. Pada tulisan kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya selama menggunakan prayer room di Jepang, semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk teman-teman semua yang akan ke Jepang 😊.

Share
Tweet
Pin
Share
34 komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram

recent posts

Arsip Blog

  • Juni 2023 (1)
  • Mei 2022 (1)
  • April 2022 (2)
  • Juni 2020 (1)
  • Mei 2020 (1)
  • April 2020 (1)
  • Maret 2020 (4)
  • Februari 2020 (4)
  • Januari 2020 (3)
  • Desember 2019 (1)
  • November 2019 (6)
  • September 2019 (1)
  • Agustus 2019 (4)
  • Juni 2019 (1)
  • Mei 2019 (2)

Categories

  • Budgeting (3)
  • Destinations (25)
  • Etcetera (2)
  • Halal Food (3)
  • Hong Kong (7)
  • Itinerary (7)
  • Japan (11)
  • Macau (4)
  • Morocco (1)
  • Prayer Room (1)
  • Review (3)
  • Review Hotel (8)
  • Saudi Arabia (1)
  • Spain (1)
  • Thailand (7)

Popular Posts

  • Berburu Kuliner Halal di Jepang
  • Tips Hemat Mengatur Budget Traveling ke Thailand Selama 8 Hari
  • Tempat Sholat Selama di Jepang
  • Serunya Menonton Siam Niramit Show
  • Perbaiki Diri dengan Bengkel Diri
  • Perjalanan Umroh
  • Noursabah Boutique Bed Bangkok Penginapan yang Ramah Muslim
  • REVIEW - Glur Bangkok Hostel

Member

Member

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates