Diberdayakan oleh Blogger.
  • Home
  • Destinations
    • Hong Kong
    • Japan
    • Macau
    • Morocco
    • Thailand
  • Halal Food
  • Review
    • Hotel

destinations

facebook twitter instagram Email


Nerarel Hostel salah satu penginapan saya selama di Osaka, yang berlokasi di area Namba. Lokasinya dekat dengan pusat perbelanjaan Namba City berjarak 200 meter dan 700 meter dari Glico Man Sign Dotonbori. Untuk mencari bangunan ini cari yang ada tulisan Docomo di atas gedungnya karena hostel ini satu gedung dengan Docomo.

Akses transportasi umum yang paling dekat dengan hostel ini adalah Nankai Namba Stasion, dari pintu south exit jalan kaki ke hostel sekitar 1 menit tergantung kecepatan jalan masing-masing. Dari Bandara Kansai kita bisa naik kereta Nankai Airport Express ke stasiun Namba, kereta ini pilihan yang lebih murah tapi lebih lama karena lebih banyak pemberhentiannya. Jika ingin lebih cepat bisa menggunakan kereta Limited Express Rapit tapi lebih mahal.

Room
Hostel ini memiliki berbagai tipe macam ada twin room, triple room dan dormitory. Untuk twin room ada 3 tipe tempat tidur ada single bed, bunk bed, dan double bed. Dormitory juga terbagi menjadi 3 yaitu male dormitory, female dormitory, dan mix dormitory. 
Twin room dengan tempat tidur susun
Terdapat meja, kursi, dan cermin di dalam kamar 
Harga per malam untuk satu orang berkisar dari 225.000 - 410.000 tergantung tipe kamarnya. Tipe kamar yang saya pilih yaitu twin room untuk 2 orang dengan sharing bathroom untuk 3 malam. Di dalam kamar terdapat bunk bed yang tersedia colokan listrik disetiap tempat tidur, meja, kursi, cermin, gantungan baju, tisu dan tempat sampah. Setiap orang diberikan free handuk yang bisa diganti setiap hari, sliper/sandal, sikat gigi dan odol. Semua tipe kamar disini sharing bathroom. 
Area wastafel yang sudah di lengkapi dengan berbagai amenities
Pada setiap lantai kamar tersedia 2 shower room, 2 closet room, area wastafel. Area wastafel ini sudah dilengkapi dengan berbagai amenities yang lengkap seperti hair dryer. sabun cuci tangan, tisu, kapas, cotton bud, ikat rambut, facial foam, bahkan cleasing oil. Disediakan juga alat pencatok rambut yang bisa kalian pinjam di resepsionis. Di dalam shower room juga sudah terdapat sampo, sabun, dan facial foam.
Dua closet room yang terdapat di setiap lantai kamar
Facilities
Resepsionis hostel ini berada di lantai 3, jadi saat masuk lobby kita harus naik lift dulu ke lantai 3 untuk check in. Di lantai 3 ini dikhususkan untuk area publik. Tidak hanya terdapat resepsionis di lantai ini, juga terdapat ruang bersama seperti dapur, ruang makan, ruang TV dan komputer yang tersedia koleksi komik-komik manga yang gratis dibaca oleh tamu hostel dan komik-komik ini juga boleh dibawa ke dalam kamar. Selain itu terdapat juga ruang cuci yang berbayar dan loker 24 jam yang bebas biaya tapi kita harus memberikan uang deposit 100 yen sebagai jaminan. 
Resepsionis area yang bersebelahan dengan ruang bersama

Area ruang bersama yang terdapat dapur, ruang makan, ruang TV dan PC 

Dapur yang sudah difasilitasi dengan peralatan masak
Dapur di Nerarel Hostel ini sudah disediakan berbagai fasilitas yang lengkap dari alat makan, peralatan masak, kulkas, dispenser, microwave, oven, ketel listrik, pemanggang roti, dan mesin kopi. Jadi sangat memudahkan kita jika lebih memilih untuk memasak dibandingkan beli makanan di luar. Setiap pagi di area dapur juga terdapat roti tawar dan selai gratis untuk sarapan, jadi bisa lebih menghemat biaya makan.

Score Review 8,5/10
Secara keseluruhan menginap di sini menurut saya sangat nyaman dengan berbagai fasilitasnya yang lengkap dan juga kebersihannya terjaga, yang paling saya suka amenitiesnya lengkap banget bahkan ada cleasing oil yang jarang tersedia di hostel yang lain. Jadi kalau menginap disini kita tidak perlu repot-repot bawa toiletries karena sudah tersedia. Pelayanan staffnya juga ramah dan sangat membantu. Tapi sayang area bahtroomnya campur, tidak dipisahkan antara pria dan wanita, untuk saya yang berhijab jadi tidak nyaman saat menggunakan hair driyer.
Share
Tweet
Pin
Share
6 komentar
Sunset in Morocco
Kerajaan Maroko merupakan salah satu negara mayoritas Islam yang berada di Benua Afrika. Negera ini dalam bahasa arab disebut Al-Mamlakatu Al-Maghribiya yang artinya Kerajaan Barat. Lokasinya yang berada di bagian barat wilayah Afrika Utara maka sering disebut juga dengan Maghribi atau Negeri Matahari Terbenam. Bagi para wisatawan negara ini terkenal karena keeksotisannya, baik pesona alamnya maupun arsitekturnya. Alhamdulillah tahun 2015 yang lalu saya memiliki kesempatan untuk menjelajahi negara ini. Kali ini saya ingin menceritakan perjalanan saya ke Maroko sambil mengenang perjalanan waktu itu dan mengingat-ingat kembali karena hampir lupa tempat-tempat apa saja yang dikunjungi. Niat awalnya sudah lama ingin menuliskan perjalanan ini tapi sayangnya tertunda-tunda sampai akhirnya baru kali ini terealisasikan 😀. 

Pertengahan bulan November 2015, sekitar 4 tahun yang lalu lebih beberapa bulan saya melakukan perjalanan ke Maroko dan Spanyol selama 10 hari, 2 hari dihabiskan untuk waktu perjalanan sehingga hanya 8 hari efektifnya. Perjalanan kali ini saya pergi dengan kedua orang tua saya dan salah satu kakak saya. Kami mengikuti rombongan tour dengan peserta 12 orang termasuk pemilik tour tersebut, dan beberapa teman orang tua saya sehingga lebih terasa privat dibandingkan tour dengan jumlah besar yang bisa lebih dari 15 orang.  Langsung saja saya akan menceritakan perjalanan saat itu.

Note: Pada tulisan ini akan fokus bercerita tentang perjalanan ke Maroko. Untuk tulisan cerita perjalanan ke Spayol akan dituliskan secara terpisah. 

Day 1 - 18112015 : Jakarta - Kuala Lumpur - Turki - Casablanca
Sampai Turki Menjelang Waktu Subuh

Kami melakukan penerbangan pagi dari Jakarta ke Kuala Lumpur,Malaysia dengan Lion Air, sampai di KL saat makan siang, karena jarak waktu ke penerbangan berikutnya cukup lama, kami memilih untuk one day tour keliling KL dahulu. Jam 23.25 kami baru melakukan penerbangan dari KL ke Casablanca, karena kami menggunakan Turkish Airlines jadi transit dulu di Turki. Baru sampai Maroko keesokan harinya.

Day 2 - 19112015 : Casablanca
Hassan II Mosque
Kami sampai di Casablanca, Maroko siang hari jam 13.05. Lalu mengurus imigrasi dan bagasi, lanjut makan siang, kemudian menuju destinasi pertama yaitu Hassan II Mosque sekalian shalat. Masjid Hassan II ini dinobatkan masjid terbesar kedua setelah Masjidil Haram di Mekah. Lokasi masjid ini menarik karena berhadapan langsung dengan Samudra Atlantik, di plaza masjid kita bisa melihat pemandang pantai dan juga bisa menikmati sunset disana, banyak warga lokal juga yang berdatangan ke plaza masjid tersebut.

Selanjutnya kami dibawa ke tempat penjualan karpet dan produk-produk dari argan oil. FYI: kalau menggunakan travel agent saat mengunjungi negara lain ada tempat-tempat wajib yang harus dikunjungi oleh turis, biasanya sudah ada kerja sama dari travel agent dengan pihak pariwisata setempat, seperti tempat penjualan karpet tersebut. Setelah itu makan malam di hotel, tempat kami menginap.
Carpet Shop
Saat kami berada di toko karpet ada anggota tour yang baru menyadari kehilangan uangnya. Dan kami juga langsung mengecek uang kami masing-masing. Dan ternyata yang kecurian ada 2 orang. Kemungkinan 2 orang itu kecurian saat lagi di Malaysia. Sangat disayangkan awal perjalanan sudah mengalamin kejadian buruk ☹.

Day 3 - 20112015 : Casablanca - Marrakech

Koutubia Mosque
Setelah sarapan kami berangkat menuju kota Marrakech. Tempat-tempat di Marrakech yang kami kunjungi diantaranya Bahia Palace yang memiliki bangunan yang menarik, ternyata desainnya menjadi salah satu masterpiece dari Morrocan Architecture, juga sebagai Landmark dari Kota Marrakech. Selanjutnya Koutubia Mosque, merupakan masjid terbesar di Kota marrakech. Dan tempat yang terakhir Jemaa el-Fna ialah salah satu tempat yang terkenal dengan alun-alunnya, yang terdapat pasar tradisional, dan atraksi khas warga Maroko. Tapi sayang ternyata saya tidak banyak mengambil foto di tempat-tempat tersebut.

Day 4 - 21112015 : Marrakech - Rabat - Fes
Mausoleum of Mohammed V

Hari ini dari Kota Marrakech kami melanjutkan perjalananan ke Kota Rabat. Di kota ini kami mengunjungi Mausoleum of Mohammed V. Pada komplek makam raja ini terdapat juga masjid disamping bangunan makam, di bagian depannya terdapat Yacoub Al Mansour Square yang dipenuhi kolom-kolom batu yang tadinya akan dibuat untuk bangunan masjid yang rencananya akan menjadi masjid terbesar di Kota Rabat oleh Abu Yusuf Yakub Al Mansour. Selain itu terdapat juga hasan tower sebagai minaret untuk masjid tersebut. Namun setelah Yacoub Al Mansour meninggal pembangunannya dihentikan.

Masjid di Sebelah Mausoleum of Muhamad V
Yacoub Al Mansour square

Selanjutnya kami mengunjungi Kasbah des Oudayas yang merupakan sebuah benteng yang dibangun pada masa Muwahhidun pada abad ke 12. Di dalam benteng ini semua bangunan didominasi dengan warna putih dan biru. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke kota Fez.

Kasbah des Oudayas Gate

Pengamen di Kasbah des Oudayas 

Day 5 - 22112015 : Fes - Tangier 
The Old Medina

Hari ini kami menjelajahi Kota Fez, yang merupakan kota terbesar ketiga di Maroko. Sebelumnya Fez merupakan ibukota Maroko sebelum perpindah ke Kota Rabat pada tahun 1912. Fez terkenal dengan pesona spitual dan budayanya. 

Kota ini terbagi menjadi dua bagian yaitu kota baru dan kota lama. Menurut saya hal yang menarik di kota ini adalah di bagian kota lama atau yang dikenal dengan sebutan Fez Al Bali. Pada umumnya desain kota seperti kota-kota tua di Arab. Fez Al Bai ini hanya dapat dimasuki dengan berjalan kaki atau bersepeda, tidak terdapat akses untuk kendaraan beroda empat. Bangunan-bangunannya saling berhimpit dan berhadapan hanya dipisahkan jalan selebar 2 meter saja. Menariknya desain kota lama ini masih asli seperti 1000 tahun silam.

Kota lama yang terkenal dengan The Old Medina yang menarik untuk di kunjungi oleh wisatawan yang juga trmasuk ke UNESCO World Heritage. Di Kawasan Old Medina terdapat universitas tertua di dunia yaitu Universitas Al-Qarawiyyin atau Al-Karaouine. 


 Universitas Al-Karaouine
Chouara Tannery

Selain itu terdapat tempat pembuatan produk-produk kulit yang terkenal di kota ini, Chouarea Tannery, yang merupakan salah satu tempat penyamakan kulit terbesar di Kota Fez. Tempat ini dibangun pada abad ke-11. Lokasinya berada di kawasan The Old Medina yang dekat dengan Universitas Al- Karaouine. 

Produk Kerajinan Kulit di Fez

Day 6: Tangier - Tarifa - Granada


Hari ini hari terakhir kami di Maroko. Setelah check out dari hotel kami menuju ke Tangier untuk melanjutkan perjalan ke Spanyol. Kami pergi ke Spanyol dengan menggunakan kapal feri yang menyebrangi Selat Gilbraltar menuju Kota Tarifa di Spanyol dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Sebelum menuju pelabuhan kami mengunjungi dua tempat yang menarik di Tangier, yaitu Cap Spartel dan Grand Socco.
Cap Spartel, Tangier
Cap Spartel, berada di bagian barat Kota Tangier, yaitu sebuah tanjung yang berada di Maroko sekitar 1000 kaki di atas permukaan laut di pintu masuk ke Selat Gibraltar. Di bawahnya terdapat Gua Hercules yang merupakan salah satu objek wisata populer di kota ini. Di Cape Spartel ini terdapat bangunan lighthouse atau mercusuar, biasanya bangunan ini jadi latar belakang untuk foto kaya foto di atas.

Grand Socco itu adalah sebuah pasar yang besar yang terkenal di Kota Tangier. Pasar ini berada di kawasan kota lama di bagian tengah Kota Tangier. Asal kata Socco berasal dari kata souq dalam bahasa arab yang artinya pasar. Jadi arti nama Grand Socco itu adalah pasar yang besar.
Grand Socco, Tangier
Sesampainya di Tarifa kami sempat berhenti di rest area sambil beristirahat dan menikmati pemandangan. Setelah itu kami melanjutkan makan siang di suatu tempat (ps: karena pakai tour jadi sering gatau nama tempatnya apa cuma ngikut aja wkwkwkwk).
Tarifa
Kami sampai Granada malam hari dan udara sangat dingin dibandingkan di Maroko. Ternyata Kota Granada ini secara geografis berada di kaki gunung siera nevada, yang arti namanya pegunung bersalju dalam bahasa spanyol. Jadi wajar saja udaranya lebih dingin dibandingkan di Maroko dan kota lain di Spanyol seperti Cordoba dan Madrid. Sampai di Granada kami langsung ke hotel untuk beristirahat.



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Naritaya Osaka
Naritaya merupakan restoran halal yang pertama saya kunjungi saat di Jepang, tepatnya saat di Osaka. Lokasinya ada di Chuo Ward yang tidak jauh dari Dotonbori, tempat glico man sign, sekitar 800 meter. Restoran halal ini telah memiliki sertifikasi halal Jepang, tidak menjual minuman alkohol dan pork, jadi lebih aman makannya untuk kita yang muslim karena terjamin kehalalannya. Jenis makananan yang disediakan di sini adalah japanese food seperti ramen, kari, yakiniku, katsu, gyoza, dan lainnya, juga tersedia halal wagyu. Untuk yang vegan juga tersedia vegetable ramen yang semua bahannya tidak mengandung hewani.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Masjid Tokyo Camii
Pergi ke suatu negara yang bukan mayoritas muslim, sering kali kesulitan untuk menemukan tempat sholat, baik itu musholla atau prayer room maupun masjid. Hal itu menjadi salah satu hambatan untuk melakukan perjalanan ke negara-negara tersebut. Saat ini semenjak berkembang halal tour, negara-negara minoritas muslim lebih concern kepada turis muslim untuk kepentingan pariwisata, sehingga mulai memfasilitasi kebutuhan ibadah umat muslim dengan menyediakan prayer room di tempat-tempat wisata khususnya. Salah satunya negara Jepang yang sudah mulai mempromosikan halal tour di negaranya dengan mulai banyak menyediakan tempat untuk ibadah, tersedianya makanan halal, dan produk halal lainnya. Pada tulisan kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya selama menggunakan prayer room di Jepang, semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk teman-teman semua yang akan ke Jepang 😊.

Share
Tweet
Pin
Share
34 komentar
Sumber : instagram.com/bengkel_diri

Hari ini saya ingin sharing sesuatu yang berbeda dari tulisan-tulisan saya sebelumnya. Biasanya saya menulis mengenai perjalanan saya tapi kali ini spesial. Saya ingin sharing mengenai BENGKEL DIRI, dalam rangka untuk memenuhi tugas materi blogging di Bengkel Diri level 2 ini 😁.

Share
Tweet
Pin
Share
10 komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram

recent posts

Arsip Blog

  • Juni 2023 (1)
  • Mei 2022 (1)
  • April 2022 (2)
  • Juni 2020 (1)
  • Mei 2020 (1)
  • April 2020 (1)
  • Maret 2020 (4)
  • Februari 2020 (4)
  • Januari 2020 (3)
  • Desember 2019 (1)
  • November 2019 (6)
  • September 2019 (1)
  • Agustus 2019 (4)
  • Juni 2019 (1)
  • Mei 2019 (2)

Categories

  • Budgeting (3)
  • Destinations (25)
  • Etcetera (2)
  • Halal Food (3)
  • Hong Kong (7)
  • Itinerary (7)
  • Japan (11)
  • Macau (4)
  • Morocco (1)
  • Prayer Room (1)
  • Review (3)
  • Review Hotel (8)
  • Saudi Arabia (1)
  • Spain (1)
  • Thailand (7)

Popular Posts

  • Berburu Kuliner Halal di Jepang
  • Tips Hemat Mengatur Budget Traveling ke Thailand Selama 8 Hari
  • Tempat Sholat Selama di Jepang
  • Serunya Menonton Siam Niramit Show
  • Perbaiki Diri dengan Bengkel Diri
  • Perjalanan Umroh
  • Noursabah Boutique Bed Bangkok Penginapan yang Ramah Muslim
  • REVIEW - Glur Bangkok Hostel

Member

Member

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates