Sesuai dengan namanya Imano Kyoto Kiyomizu Hostel yang berlokasi di pusat Kota Kyoto, yang dekat dengan Kuil Kiyomizu yang merupakan kuil yang terkenal di Kyoto. Lokasi hostel ini tidak langsung berhadapan dengan jalan utama, tapi agak masuk ke dalam dan lokasinya membelakangi jalan utama, sehingga pertama kali saya datang ke sini sempat kebigungan, berdasarkan petunjuk di google map lokasinya sudah sampai tapi saya tidak menemukan bangunan hostelnya, ternyata ada dibelakangnya. Plang nama hostel ini menurut saya terlalu kecil kurang mencolok jadi tidak begitu terlihat dari jauh, seharusnya ada arah pentunjuk di jalan utama agar lebih jelas.
Hari ke - 7, 18 Oktober 2019
![]() |
Sensoji Temple |
Hari ke 3 di Tokyo kami berkunjung ke Asakusa untuk melihat Sensoji Temple. Kami sampai disana sekitar jam sepuluhan, saat rame-ramenya pengunjung. Setelah ke Asakusa kami lanjut ke Ameyokocho, yang merupakan pusat perbelanjaan, disepanjang jalannya terdapat kios-kios pertokoan yang menjual barang-barang beraneka ragam dari makanan, tas, skincare dan lainnya.
Pemandangan dari Kiyumizudera |
Ada perubahan jadwal penerbangan dari Singapur yang seharusnya berangkat jam 08.30 dan diperkirakan sampai Osaka jam 16.10, jadi tertunda karena ada Taifun Hagibis di Jepang, baru bisa berangkat jam 11.30 sampai Osaka jam 19.00 malam. Seharusnya sampai Osaka sore jadi malam hari, membuat itinerary berubah yang tadinya setelah sampai penginapan kami bisa jalan-jalan malam ke dotonbori dulu. Akhirnya karena sampai hotel sekitar jam setengah 9 malam, kami memutuskan untuk langsung istirahat saja di Hotel.
East57 Asakusabashi Hostel merupakan tempat penginapan saya selama 5 malam di Tokyo. Lokasinya yang dekat dengan stasiun yang ada JR line menjadi alasan saya memilih hostel ini karena selama di Tokyo saya menggunakan JR Pass. Agar tidak rugi jadi selama di Tokyo diusahakan untuk menggunakan transportasi yang sudah ditanggung biayanya oleh JR Pass.
Bulan Oktober kemaren jadi bulan yang ditunggu-tunggu karena sudah tidak sabar untuk berkunjung ke negeri sakura ini. Persiapan sudah dilakukan berbulan-bulan sebelumnya. Bahkan dari tahun lalu sudah beberapa kali mengunjungi Japan Travel Fair untuk mencari info tapi masih belum memutuskan kapan ke Jepangnya. Sampai akhirnya ada temen yang ingin ke Jepang dan mengajak saya untuk travelling ke Jepang tahun ini. Setelah mencari tiket yang dirasa sesuai harganya, kita memutuskan travelling ke Jepang bulan Oktober dan adik saya juga tertarik ikut karena saat itu lagi banyak tiket promo ke Jepang jadi dia tergoda juga hehehehe. Beberapa hari menjelang keberangkatan, sayangnya temen saya memutuskan untuk batal ikut karena tidak memungkinkan untuk cuti. Alhasil yang rencananya travelling bertiga ujung-ujungnya berdua lagi.